Din Hikmah. Diberdayakan oleh Blogger.

Headline Terkini

Tampilkan postingan dengan label SHOLAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SHOLAT. Tampilkan semua postingan

Sholat tanpa baca Al-Fatihah gugur Sholatnya

Written By Din Hikmah on Jumat, 26 Oktober 2012 | 20:51


Al-fatihah dikenal juga dengan Ummul kitab, surat tersebut juga memiliki beberapa nama lain yaitu: Asy-Syifa', Al-Waaqiyah, Al-Kaafiyah dan Asasul Qur'an.
Al-Bukhari mengatakan, dinamakan Ummul Kitab karena surat tersebut menjadi surat pembuka didalam penyusunan Mushafnya, dan juga menjadi pembuka bacaan didalam Sholat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang melakukan Sholat tanpa membaca UMMUL QUR'AN, maka sholatnya gugur."
Beliau mengatakanya tiga kali tidak sempurna.
Abu Hurairah ditanya, "Bagaimana apabila kami Sholat dengan imam?"
Dia menjawab, "Bacalah Al-Fatihah untuk dirimu sendiri, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Allah SWT berfirman: Sholat itu dibagi dua, setengah untukku dan setengah lagi untukku hambaku. Untuk hambaku adalah apa yang dia pinta,
Apabila Hamba membaca :
ALHAMDULILLAHI ROBBIL'AALAMIN, Allah SWT berfirman: Hambaku telah memujiku.

Apabila Hamba membaca :
AR-ROHMAANIR ROHIIM, Allah SWT berfirman: Hambaku telah menyanjungku.

Apabila Hamba membaca :
MAALIKI YAUMIDDIIN, Allah SWT berfirman: Hambaku telah mengagungkanku. Atau dia Berfirman: Hambaku telah memasrahkan dirinya kepadaku.

Apabila Hamba membaca :
IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IIN, Allah SWT berfirman: ini adalah dua bagian antara aku dan hambaku, maka bagi hambaku adalah apa yang dia pinta.

Apabila Hamba membaca:
IHDINASH-SHIROOTHOL MUSTAQIIM, SHIROOTHOL-LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUBI 'ALAIHIM WALADH-DHAALLIIN, maka Allah SWT berfirman: ini adalah bagian bagi hambaku, maka baginya adalah apa yang dia pinta."

(HR.Muslim)








Penyebab Tidak Diterimanya Shalat dan Ibadah

Written By Din Hikmah on Selasa, 03 April 2012 | 01:24


Sholat adalah salah satu dari Rukun Islam yang merupakan satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
Sabda Rasulullah SAW : "Shalat itu adalah tiangnya agama". (Asholaatu imaduddin)
Dari Abi Ja’far as berkata:
"Shalat adalah tiang agama, perumpamaannya seperti tiang kemah, bila tiangnya kokoh maka paku dan talinya akan kokoh, dan bila tiangnya miring dan patah maka paku dan talinya pun tidak akan tegak."
[Bihar, jilid 82, hal 218]
Dapat kita pahami semua dalam hadits tersebut, bahwa Sholat adalah tiangnya agama, dan jika kita tidak menjaga tiang itu dan memperkokohnya, maka runtuhlah apa yang kita punya. karena kita diciptakan didunia ini hanya semata-mata untuk menyembahnya, dengan salah satu nya adalah Sholat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu".
(QS Adz-Dzariyaat(51):56)

Percaya bahwa Allah saja penjamin hidup kita di dunia dan akhirat. Segala apa yang kita nikmati di dunia ini tidak lain adalah anugerah dariNya dan juga kebahagiaan kita di hari akhirat semata hanya karena RahmatNya. Kalau ibadah yang kita lakukan sesuai dengan ketentuan nya, Insya Allah sudah tepat sasaran dan tujuannya. Tetapi tidak semua amal ibadah kita diterima olehNya karena ada syarat-syarat yang tidak kita penuhi dalam ibadah tersebut.

Meninggalkan sholat juga bisa menyebabkan "Kufur" nya seseorang, Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam sabdanya;
"Antara seorang hamba dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat". (HR. Muslim)

Bersabda Rasulullah SAW: "Permulaan amalan yang diperiksa dari amalan seseorang hamba pada hari kiamat ialah shalatnya. Diperhatikan benar-benar shalatnya. Maka jika betul urusan shalatnya, mendapat kemenanganlah ia. Jika tidak betul urusan shalatnya, rugi dan sia-sialah usahanya." 
(H.R. Ath Thabarany dari Anas r.a.).

Oleh karena itu kita wajib mengetahui hal-hal yang menyebabkan tidak diterimanya sholat ataupun ibadah kita olehNya sehingga tidak sia-sialah apa yang kita kerjakan,Insya Allah.

Diantara Penyebab Tidak Diterimanya Sholat dan Ibadah Adalah :

  • MEMAKAN HARTA HARAM 
Ada beberapa sebab ibadah tidak diterima Allah. Di antaranya adalah : memakan harta haram atau mengkonsumsi makanan Haram adalah salah satu dari 41 dosa-dosa besar.

Al-Qur’an menerangkan, "Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."
(QS Al-Baqarah: 188)

Rasulullah SAW bersabda, "Ibadah  yang disertai dengan memakan (makanan) yang haram sama saja seperti (mendirikan) bangunan di atas pasir."
(Al-Bihar 103 : 16)

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang penghidupannya dari harta yang haram, maka Allah  tidak  menerima sedekahnya,  tidak  menerima amal memerdekakan budaknya, tidak juga menerima hajinya dan umrahnya dan Allah mencatatnya amalnya yang banyak dengan  kebatilan dan  tiada tersisa amalnya setelah kematiannya  sehingga  akhirnya ia  digiring ke neraka. Tetapi jika  ia meninggalkan usaha  haramnya itu karena takut kepada Allah,  maka (Allah) masukkan ia ke dalam cinta-Nya dan rahmat-Nya dan diperintahkan kepadanya untuk masuk ke surga"
(HR.Muslim)

  • DURHAKA KEPADA KEDUA ORANGTUA

Faktor lainnya yang menyebabkan ibadahseseorang ditolak adalah durhaka kepada kedua orangtua. Imam Ja'far al-Shadiq as mengatakan, "Barangsiapa yang memandang kedua orang tuanya dengan pandangan kesal atau benci, maka shalatnya (ibadahnya) tidak diterima"

  • MELAKUKAN GHIBAH

Ghibah juga dapat mengakibatkan ibadah-ibadah kita ditolak Allah 'Azza wa Jalla. Rasulullah saww bersabda, "Barangsiapa mengumpat (ghibah) seorang muslim lelaki mau pun perempuan (yang tidak zalim) maka tidak diterima shalatnya, dan puasanya selama empat puluh hari empat puluh malam, kecuali orang diumpat memaafkannya"

  • MERINGAN RINGANKAN SHALAT

Meringan-ringankan atau meremehkan shalat juga termasuk sebab ditolaknya ibadah-ibadah kita. Imam al-Shadiq as mengatakan, "Demi Allah! Bahwasanya ada seorang laki-laki yang melakukan shalat selama lima puluh tahun, tetapi tidak ada satu pun shalatnya yang diterima. Mana ada yang lebih mengerikan dari hal ini?!  Demi Allah!  Sesungguhnya kalian tidak tahu, baik dari tetangga atau sahabat kalian bahwa orang itu tidak diterima shalatnya karena ia meringan-ringankannya"

  • MINUM KHAMAR

Tentang meminum khamar, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang minum khamar tidak diterima shalatnya selama 40 subuh (hari)"
Dalam riwayat lainnya, Imam Ja’faral-Shadiq as juga berkata, "Tidak diterima shalat peminum khamar selama 40 hari, kecuali ia bertaubat"
  •  TIDAK IKHLAS

Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau melakukan amal (ibadah), lakukanlah semata-mata karena Allah dengan ikhlas, karena tidak akan diterima amal (ibadah) dari hamba-hamba-Nya, kecuali yang dilakukan dengan ikhlas"
(HR.Bukhari)


Ada 10 orang yang shalatnya tidak diterima Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka sesungguhnya shalat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah SAW telah bersabda bahwa : 10 orang shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT yaitu :

1. Seorang lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Seorang lelaki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Seorang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Seorang lelaki yang melarikan diri.
5. Seorang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).
6. Seorang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Seorang perempuan yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Seorang-orang yang suka makan riba'.
10. Seorang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar." 

Diriwayatkan bahwa seorang pemuda dari kaum Anshar malaksanakan shalat bersama Rasulullah SAW dan tetap melakukan hal-hal buruk, maka hal tersebut dilaporkan kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya suatu hari shalatnya akan mencegahnya, maka tidak berselang lama ia bertaubat. [Bihar, jilid 82, hal 198]

Kaum Muslimin dan Muslimat, apapun yang kita lakukan didunia ini hendaknya semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, dengan disertai Niat hanya kepadaNya.
Amirul mukminin, Umar bin Khatab Radhiyallahu'anhu, berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Segala amal  itu tergantung niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya".
(HR. Buhkari dan Muslim)

Hadits di atas adalah salah satu pokok penting ajaran Islam, yaitu menyangkut masalah niat. Menurut Imam Ahmad dan Imam Syafi'i niat itu mencakup sepertiga ilmu karena perbuatan manusia terdiri dari niat, ucapan dan tindakan. Pada hadits ini disebutkan  "segala amal hanya menurut niatnya" , yang dimaksud dengan amal disini adalah amal yang dibenarkan syari'at (ibadah) sehingga setiap ibadah tanpa niat maka tidak berarti apa-apa menurut agama Islam. Dan pada kalimat "setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya" menunjukkan sah tidaknya amal ibadah bergantung kepada niatnya.

Oleh karena itu, luruskanlah niat beribadah hanya kepadaNya. Jangan dirusak oleh hal-hal yang hanya mencari keuntungan hidup di dunia yang menyebabkannya beribadah hanya karena rasa riya dan pamer atau ditujukan untuk selain Allah. Melaksanakan shalat hanya agar dipandang sebagai orang yang shalih. Maka yang ia dapatkan hanyalah pandangan manusia yang lain yang menyatakannya orang shalih, bukan dimata Allah.

Firman Allah SWT : "Barangsiapa yang menghendaki kehidupan di dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan."
[QS. Hud(11):15-16]

Sahabat Muslim semuanya, Sebab-sebab ibadah tidak diterima adalah jika syarat-syarat di atas tidak terpenuhi. Entah itu salah satu dari keduanya atau ketiganya atau malah semuanya. Oleh karena itu tugas kita sebagai hambaNya adalah memenuhi syarat-syarat tersebut dengan tujuan agar Allah menerima amal ibadah kita. Ini adalah suatu usaha dan usaha itu wajib hukumnya. Tetapi, bagaimanapun, diterima atau tidak amalan-amalan tersebut, kita serahkan hanya kepada Allah SWT yang mempunyai hak penuh untuk itu.


Semoga Bermanfaat dan Jangan lupa Sedekah



( Din Muhammad 'ilyas ) 








Empat Kedudukan Orang Dalam Sholat

 
Sholat adalah Rukun islam yang kedua setelah syahadat. Posisi sholat setelah dua kalimah syahadat mengambarkan peran sentral sholat dalam diri seorang muslim. Kedekatan seorang muslim dilihat dari dua hal, Yakni doa dan sholatnya. Seorang muslim yang sholatnya baik maka baik pula ia dalam menjalankan agamanya. Karena hal tersebut menggambarkan kedekatan kita pada sang Khalik. Ketergantungan kita hanya kepada Allah SWT.

Sholat adalah amalan agama terpenting yang bila diterima di sisi Allah, Tuhan semesta alam, maka ibadah-ibadah lain juga akan diterima dan bila tidak diterima maka amalan-amalan lain juga tidak diterima. Dan sebagaimana juga bila seseorang mandi dan membersihkan diri sehari semalam selama lima kali di sungai, maka tidak akan tersisa kotoran di badannya. Shalat lima waktu juga membersihkan seseorang dari dosa-dosa. Dan selayaknya seseorang mendirikan shalatnya di awal waktu dan barangsiapa yang mengentengkan dan meremehkan sholat ibarat seseorang yang tidak mendirikan shalat

Orang yang mendirikan sholat juga harus bertaubat (kembali kepada Allah SWT), beristighfar (memohon ampunan-Nya) dan meninggalkan dosa-dosa yang mencegah diterimanya shalat, seperti hasud, kibir (congkak), ghibah (membicarakan aib orang lain), memakan barang haram, meminum hal-hal yang memabukkan, tidak memberikan khumus dan zakat bahkan segala bentuk kemaksiatan. Dan demikian juga ia tidak layak melakukan hal-hal yang akan mengurangi pahala sholat, seperti mendirikan sholat dalam kondisi mengantuk dan menahan kencing, tidak melihat ke langit ketika sholat dan juga hendaknya melakukan hal-hal yang menambahkan pahala shalat, mengenakan pakaian bersih, bersisir dan menggosok gigi serta memakai wangi-wangian. [Taudhihul Masa’il  Imam Khomeini ra, hal 99]

  • Nabi SAW bersabda: Umatku terbagi dalam empat kelompok:

Pertama: 
Sekelompok mendirikan shalat, namun mereka lalai dalam sholat mereka, maka "Wail" bagi mereka, dan Wail adalah sebuah nama dari tingkatan paling bawah neraka Jahannam, 
Allah swt berfirman:
"Maka Wail bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya" 
[QS. Al-Ma’un (107): 4 - 5]

Kedua:
Sekelompok orang yang terkadang melaksanakan shalat dan terkadang tidak melaksanakannya, maka mereka memperoleh "Ghayy", dan Ghayy adalah nama salah satu tingkat bawah neraka Jahannam.

Allah swt berfirman:
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui Ghayy."
[QS. Maryam (19): 59]

Ketiga:
Sekelompok orang yang tidak pernah melaksanakan shalat, maka bagi mereka adalah "Saqar", dan Saqar juga adalah nama salah satu tingkatan paling bawah neraka Jahannam.

Allah swt berfirman:
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat" 
[QS. Al-Muddatstsir (74): 42 - 43]

Keempat: 
Sekelompok orang yang senantiasa mendirikan Sholat, dan memiliki kekhusyu'an dalam shalat.

Allah swt berfirman:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya." 
[QS. Al-Mukminun (23): 1 - 2]

Kami berharap mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita semua dari kelompok keempat.
"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)"
[QS. Al-'Ankabut (29): 45]

Semoga Bermanfaat dan Jangan Lupa Sedekah.



( Din Muhammad 'ilyas )










SHOLAT TASBIH

Written By Din Hikmah on Kamis, 23 Februari 2012 | 17:21

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

Kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang 'Sholat Sunnah Tasbih'.
Secara umum sholat tasbih sama dengan tata cara yag lain, hanya ada tambahan bacaan tasbih yaitu : “Subhanallahi wal hamdulillahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar”
Shalat Sunnat Tasbih disebut demikian karena di dalamnya dibacakan tasbih sehingga dalam 4 (empat) rakaat berjumlah 300 (tiga ratus) tasbih.
Namun ada perbedaan pendapat ulama dlm hal ini, ada yang mengatakan Shalat tasbih dilakukan 4 rakaat dengan satu salam, sesuai dengan zhahir hadits. Ada juga sebagian ulama yang menyatakan dengan dua salam.
ada yang mengatakan Shalat Sunnat Tasbih kalau dikerjakan pada siang hari dikerjakan 4 (empat) rakaat dengan satu salam. Tetapi apabila dikerjakan pada malam hari hendaklah 4 (empat) rakaat itu dijadikan 2 (dua) salam.
Wallahu a’lam.

"Nabi SAW telah menjelaskan kepada pamannya Abbas Bin Abdul Mutholib suatu amalan yang mana kalau dikerjakan oleh beliau dapat menyebabkan diampuni dosannya baik yang akan datang maupun yang telah lewat, salah satu amalan tersebut adalah sholat tasbih."
(diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sholat bab sholat tasbih, Imam Turmuzi, Ibnu Majjah dalam kitab Iqoomah Assholah bab sholat tasbih, Ibnu Khuzaimah, Imam Baihaqi dalam bab sholat tasbih, Imam Thobroni dalam Mu’jam Alkabir dari Ibnu Abbas dan Abu Rofi’)

Adapun pakar hadist dalam menganalisa hadist ini melalui jalur sanad maupun matan terjadi perbedaan, diantara ulama’ ada yang mengatakan bahwa hadist ini adalah shohih, ada lagi yang mengatakan bahwa hadist ini adalah lemah, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa hadist ini sampai kederajad maudlu’.
Di antara pakar hadist yang mengatakan bahwa hadist ini shohih adalah Imam Muslim, Ibnu Khuzaimah, Imam Hakim, Ibnu Sholah, Alkhotib Albaghdadi, Al Munzhiri, Imam Suyuti, Abu Musa Almadini, Abu Said Al Sam’ani, Imam Nawawi, Abu Hasan Almaqdasi, Imam Subuki, Ibnu Hajar Al Asqolany, Ibnu Hajar Al Haitamy, Syekh Albani, Syekh Syuab Al Arnauth, Ahmad Syakir dan masih banyak lagi ulama’ yang lain.

Sedangkan pakar hadist yang mengatakan bahwa hadist ini dhoif adalah Imam Ahmad Bin Hambal, Imam Mizzi, Syekh Ibnu Taimiyah, Ibnu Qudamah dan Imam Syaukani, sehingga dalam madzhab Hambali dijelaskan bahwa barang siapa yang melakukan sholat tasbih hukumnya adalah makruh akan tetapi seandainya ada orang yang melaksanakan sholat tersebut tidak apa-apa, karena perbuatan yang sunnah tidak harus dengan menggunakan dalil hadist yang shohih, namun pada akhirnya Imam Ahmad menarik fatwanya dengan mengatakan bahwa sholat tasbih adalah merupakan sesuatu amalan yang sunnah.

Adapun pernyataan Imam Ibnu Jauzi yang memasukkan hadist ini dalam kategori hadist maudlu’ mendapat banyak kritikan dari pakar hadits, mereka menganggap bahwa Ibnu Jauzi terlalu mempermudah dalam menghukumi suatu hadist sehingga hukum hadist yang sebetulnya shohih ataupun hasan kalau tidak sesuai dengan syarat yang beliau tetapkan langsung dilempar dalam hukum maudlu’.
Dari kajiaan sanad yang telah dilakukan oleh pakar hadist dapat disimpulkan bahwa hadist ini adalah hasan atau shohih karena banyaknya jalan periwayatan dan tidak adanya cacat, adapun yang mengatakan bahwa hadist ini adalah dhoif karena hanya melihat satu jalan periwayatan saja dan tidak menggabungkan jalan periwayatan yang satu dengan yang lain, adapun pendapat Ibnu Jauzi tidak bersandarkan pada dalil yang kuat sehingga lemah untuk bisa diterima sebagai sandaran hukum.

Adapun Cara mengerjakannya sebagai berikut, ada dua cara (versi) :

1. Melakukan sholat tasbih sebanyak empat rakaat,
- Dimulai dengan takbir ikhrom setelah itu membaca doa iftitah kemudian membaca surat Alfatihah dan membaca surat kemudian membaca: "Subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar" ( sebanyak 15x )
- Kemudian ruku’ dengan membaca bacaan ruku’ ,setelah itu membaca tasbih ( 10x )
- Kemudian I’tidal, setelah membaca do’a I’tidal, bacalah tasbih ( 10x )
- Kemudian sujud pertama,sesudah membaca do’a sujud, membaca Tasbih ( 10x )
- Ketika duduk diantara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud, membaca Tasbih ( 10x )
- Kemudian sujud yang kedua,sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi Tasbih ( 10x )
- Pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih 10 kali, lantas sebelum berdiri ke rakaat kedua, hendaknya duduk istirahat lalu sambil duduk istirahat itu membaca tasbih ( 10x )
- Demikian pelaksanaan pada rakaat pertama, yang apabila dihitung bacaan tasbihnya berjumlah 75 kali, kalau dikerjakan 4 rakaat, menjadi : 75 x 4 = 300 tasbih
- Demikianlah dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud yaitu pada raka’at yang  ke empat lalu salam. Wallahu a’lam

2. Seperti dikatakan diatas ada dua versi (cara) mengerjakan Sholat Sunnat Tasbih.
Adapun cara (versi) yang selain versi tersebut di atas, keterangannya sebagai berikut :
Pada rakaat pertama, setelah niat dan mengucapkan Takbiratul Ikhram langsung membaca tasbih ( 15x ).
Setelah membaca Al-Fatihah dan surah baru kemudian membaca tasbih ( 10x ).
dan ketika ruku’ (setelah membaca bacaan ruku’) membaca tasbih ( 10x ). Demikian seterusnya pada gerakan-gerakan selanjutnya membaca tasbih 10 kali – 10 kali sampai dengan pada sujud kedua dan hingga disini jumlah tasbih keseluruhannya pada rakaat pertama yaitu sebanyak 75 tasbih. Jadi 75 x 4 rakaat = 300 tasbih.
Ketika akan berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua (tdidak perlu duduk istirahat) tetapi langsung berdiri.
Dan Cara yang kedua inilah menurut imam Ghozali.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang Sholat Sunnat Tasbih pada kali ini, semoga bermanfaat.
Wallaahu a’lamu bishshawaab, In kaana shawaaban faminallaah, wa in kaana khatha-an, faminnii waminasysyaithaan, wallaahu waraosuuluhuu barii-aan.
"Dan Allah Yang Paling Mengetahui apa yang benar, Kalau apa yang saya sampaikan itu benar, maka kebenaran itu datang dari Allah. Kalau apa yang saya sampaikan itu keliru, maka ia berasal dari diri saya dan dari syaithan. Allah dan RasulNYA tidak ada keterlibatan"

Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh


 ( Din Muhammad 'ilyas )

Fadhilah Sholat Sunnah 12 Raka’at

Written By Din Hikmah on Minggu, 19 Februari 2012 | 16:35


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barangsiapa melakukan sholat (sunnah) dalam sehari-semalam duabelas raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga”.
Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Barangsiapa rutin menegakkan sholat sunnah 12 rakaat, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membuatkan rumah baginya di surga, yaitu 4 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat sesudah Zhuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, 2 rakaat sesudah Isya dan 2 rakaat sebelum Subuh.” (HR Tirmidzi 379)
Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Shalat Rawatib Qabliyah dan Ba’diyah adalah sebagai berikut :
1. Sholat Sunnah 4 (empat) raka’at sebelum sholat Dzuhur. Ketika sudah masuk waktu Dhuhur, mengerjakan 4 raka’at (2 raka’at salam – 2 raka’at salam). Kebanyakan kaum muslimin hanya melaksanakan 2 rakaat sholat sunnah sebelum sholat Dzuhur. Seperti halnya sholat sunnah ba’da sholat Jum’at, kaum muslimin hanya melaksanakan 2 raka’at. Padahal sholat yang disunnahkan ba’da sholat Jum’at adalah 4(empat) raka’at. Kebanyakan kaum muslimin tidak melaksanakan sholat sunnah ba’da sholat Jum’at. Atau kalau sholat sunnat ba’da Jum’at hanya 2 raka’at. Padahal itu kurang. Yang benar adalah sholat sunnah ba’da Jum’at adalah 4 (empat) raka’at. Bisa dilakukan di masjid atau di rumah.
2. Sholat Sunnah 2 raka’at setelah sholat Dzuhur.
3. Sholat Sunnah 2 raka’at setelah sholat Maghrib.
3. Sholat Sunnah 2 raka’at setelah sholat ‘Isya
4. Sholat Sunnah 2 raka’at sebelum sholat Shubuh.
Sholat-sholat Sunnah tersebut yang dalam Fiqih disebut Sholat Sunnah Mu’akkadah, juga disebut Sholat sunnah Rowatib. Disebut Rowatib karena sholat-sholat sunnah tersebut mengikuti (mengiringi) sholat Fardhu (Sholat Wajib).
Ada juga sholat sunnah Ghoiru Mu’akkadah, yaitu :
1. Sholat sunnah 2 raka’at sebelum sholat Ashar.
2. Sholat sunnah 2 raka’at sebelum sholat Maghrib.
3. Sholat sunnah 2 raka’at antara dua adzan (antara Adzan dan Iqomat).
Yang ini umum dilakukan, dasar Haditsnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sholatlah sebelum Maghrib, sholatlah sebelum Maghrib, sholatlah sebelum Maghrib, bagi yang menghendaki”. (Li man syaa-a).
Menurut para ‘ulama, sebetulnya hukumnya adalah tergolong sunnah yang ditekankan, karena diucapkannya sampai tiga kali oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seharusnya termasuk sunnah Mu’akkadah, tetapi karena diakhiri dengan sabda beliau: “Li man syaa-a” (Bagi yang mau, yang menghendaki), maka sholat 2 raka’at sebelum Maghrib termasuk Ghoiru Mu’akkadah.
Tentang sholat 2 raka’at antara dua adzan, dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Antara dua adzan ada sholat (sunnah)”
Oleh karena itu kaum muslimin boleh melakukannya.
Tetapi yang jelas dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan surga adalah yang 12 Raka’at sholat Sunnah Mu’akkadah (Rowatib), yaitu seperti yang disebutkan di atas. Disebut juga sholat Sunnah Rowatib, artinya sholat-sholat Sunnah yang mengikuti sholat Fardhu.
Sebetulnya ada sholat-sholat sunnah yang lain, yang hukumnya termasuk sunnah Rowatib dan Mu’akkadah, yaitu :
1. Sholat sunnah Witir. Sholat sunnah Witir minimal satu Raka’at.
2. Sholat sunnah Qiyamul Lail (sholat malam, Tahajud), minimal dua raka’at.
3. Sholat sunnah Rok’atain Khofifatain, sholat sunnah ringan dua raka’at (Sholat sunnah sebelum Tahajud).
Sholat sunnah Witir adalah sholat penutup sholat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jadikan sholat kalian di malam hari adalah Witir”
Oleh karena itu, sholat sunnah Witir harus diutamakan. Dan kalau memungkinkan dilakukan malam hari setelah tidur, jika dirasa berat karena lelah, boleh juga dilakukan sebelum tidur, lalu melakukan sholat sunnah Witir.
Sholat sunnah 12 roka’at yang dimaksudkan diatas, jika ditambah dengan 17 raka’at sholat Wajib, ditambah lagi dengan sholat sunnah Ghoiru Mu’akkadah 6 raka’at, ditambah lagi dengan sholat sunnah Witir 3 raka’at (17 + 12 + 6 + 3 = 38 raka’at), berarti sudah lebih dari 30 raka’at.
Sebenarnya jika dikaitkan dengan bahasan pelajaran yang sebelumnya, terdapat dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di mana beliau mengatakan kepada Rubi’ah ketika Rubi’ah berhidmat kepada beliau:
Wahai Rubi’ah, mintalah apa yang engkau inginkan dariku”. Maka Rubi’ah berkata : “Ya Rosuulullooh, saya ingin menemani engkau sampai dengan di surga”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apakah tidak ada permintaanmu selain itu?”.
Rubi’ah menjawab: “Hanya itu, ya Rosuulullooh”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :”Kalau begitu, tolonglah aku agar aku bisa memberikan syafa’at dan pertolongan untukmu dengan jalan kamu memperbanyak sujud”.
Yang dimaksud “memperbanyak sujud” dalam hal ini adalah Sholat Sunnah. Memperbanyak sujud itu faedahnya besar sekali.
Karena dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada salah seorang shohabi: “Paling dekat antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah ketika ia sujud. Oleh karena itu perbanyaklah oleh kalian untuk sujud”.
Artinya dalam hal ini adalah memperbanyak do’a.
Ketika berdoa sesungguhnya kita diajarkan agar kita selalu merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ,
selalu menganggap bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kaya dan selalu menganggap dan meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala bisa memenuhi hajat kita. Dengan demikian diri kita selalu tergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan ketika kita banyak tergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, itu disebut Tawakkul kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan ketika Tawakkul maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Barangsiapa yang bertawakkul kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mencukupi kebutuhannya”.
Dari pelajaran tersebut, dianjurkan agar kita memperbanyak sujud dan memperbanyak do’a agar kita selalu ada ketergantungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
SEMOGA BERMANFAAT untuk sahabat semua..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

SUDAHKAH ANDA SHOLAT DHUHA ???

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya akan menjelaskan sedikit keutamaan-keutamaan sholat dhuha atas permintaan sahabat.

dan semoga bermanfaat buat sahabat-sahabat semua.

Sunat Dhuha adalah salah satu shalat sunat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Maka adalah kebaikan bagi kita untuk mengetahui sunnah ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda:

“ Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng, akan di ampuni dosanya oleh Allah,sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan. “

( HR Tirmidzi )

“ Sesungguhnya di Surga itu ada pintu yang disebut pintu Dhuha, maka tatkala di hari Kiamat nanti ada panggilan khatib : “ Siapakah orang yang suka membiasakan shalat Dhuha ? Inilah pintu kamu sekalian,

masuklah kamu sekalian dengan penuh Rahmat Allah SWT. “ ( HR Thabrani )

Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari Buraidah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:

“Dalam tubuh manusia itu terdapat 360 ruas tulang. Ia diharuskan bersedekah untuk tiap ruas itu.

” Para sahabat bertanya : “Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah ?”

Beliau menjawab : “Dahak yang ada di masjid lalu ditutupi dengan tanah,

atau menyingkirkan suatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah,

atau sekiranya kuasa cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”

(HR. Hakim dan Thabarani)

sholat Dhuha merupakan salah satu wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah, beliau bersabda,

“Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.”

(HR. Bukhari Muslim)

Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dilakukan/ dikerjakan pada waktu dhuha atau pada waktu pagi hari yang sudah agak meninggi sampai sebelum datangnya shalat dhuhur (antara pukul 07.00 sampai pukul 11.00 WIB).

Jumlah bilangan raka’at shalat dhuha minimal dua raka’at dan maksimal dua belas raka’at dan dikerjakan setiap dua raka’at satu salam (jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at).

Manfaat/ faedah shalat dhuha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang mengerjakannya/ melaksanakan shalat dhuha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal, terutama dalam hal rizki,

sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.

sholat Dhuha merupakan sholatnya orang-orang yang bertaubat.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.”

(HR. Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Bazrahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa sholat yang dimaksud adalah sholat Dhuha.

Hadits ini juga menjelaskan bahwa waktu paling afdhol untuk melakukan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah terik.

SHALAT DHUHA merupakan keistimewaan yang luar biasa bagi manusia yang selalu mengharap ridho Allah subhanahu Wa Ta’ala,tapi lain hal nya dengan manusia yang lalai akan merasa berat dan bahkan terlalu berat disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja atau sedang kerja,untuk menyempatkan diri dulu buat melakukan shalat sunnat tersebut.

Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya.

Lain halnya dengan orang yang sudah tahu keistimewaannya dan imannya pun cukup kuat,

tentu walau bagaimanapun keadaannya, apakah dia mau berangkat, ataukah sedang dikantor,

tentu ia mengutamakan shalat itu sebentar, ia merasa sayang akan keutamaan ridha Allah yang ada pada shalat tersebut.

Keutamaan shalat DHUHA dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota tubuh yang padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa setiap persendian itu ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sedang dengan tasbih, tahmid, takbir dan amar ma'ruf nahi munkar, cukuplah memadai buat kafarat kepada haq tersebut. Tapi semua itu cukuplah memadai dengan shalat DHUHA dua rakaat :

Dari Abu Dzar, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah.

Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah,

setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”

(HR. Muslim).

Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat empat rakaat dipagi hari,Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dengan limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai walau apapun tantangan hidup yang merongrong, karena dia telah sadar semua itu ketetapan Allah.

Dari Mu’im bin Hammar, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda::

“Allah ta`ala berfirman: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) sampai pada sore harinya”

( HR Ahmad dan Abu Daud ).

Jika seseorang melakukan shalat Dhuha ini, dua raka’at saja, berarti ia telah menzakati tubuhnya.

Sebab tersebut dalam hadits, sebagaimana telah dikutip di atas, bahwa dua raka’at ini cukup menggantikan tugas setiap ruas tulang untuk melakukan sedekah harian. Allahumma waffiqna lihadza.

Shalat Dhuha sendiri dapat dilakukan dalam pilihan 2 raka’at, 4 raka’at, 6 raka’at, 8 raka’at dan 12 raka’at.

Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, dari Abud-Darda’ ra, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Siapa yang shalat Dhuha 2 raka’at, maka ia tidak tercatat sebagai orang yang lalai,

dan siapa yang shalat Dhuha 4 raka’at, maka ia tercatat sebagai ‘Abid (ahli ibadah),

dan siapa yang shalat Dhuha 6 raka’at, cukuplah baginya pada hari itu,

dan siapa yang shalat Dhuha 8 raka’at, Allah swt mencatatnya sebagai Qanit (ahli taat),

dan siapa yang shalat Dhuha 12 raka’at, Allah swt membangunkan rumah untuknya di surga,

dan tidak ada hari, juga tidak ada malam kecuali ada pemberian Allah swt yang diberikannya kepada hamba-Nya sebagai sedekah untuknya, dan tidak ada pemberian Allah yang diberikan kepada seorang hamba-Nya yang lebih afdhal daripada ilham kepadanya untuk mengingat-Nya"

(HR.Ath-Thabarani)

Hadits dha’if ini disebutkan di sini untuk menjelaskan bahwa jumlah raka’at Dhuha memiliki opsi-opsi jumlah raka’at demikian. Imam Nawawi berkata, “Dalam hadits ini (hadits yang menjelaskan tentang opsi jumlah raka’at shalat Dhuha) terdapat kelemahan, namun jika digabungkan dengan hadits lain, maka ia menjadi kuat dan layak dijadikan argumentasi untuk hal ini.

Keutamaan sholat dhuha dua rakaat :

1. Sebagai sedekah bagi 360 ruas tulang yang dimiliki setiap manusia

2. Pengganti tasbih, tahmid, takbir, menyuruh pada kebaikan, melarang k eburukan, menyingkirkan gangguan di jalan dan menanam dahak.

3. Salah satu wasiat Rasulullah saw. kepada Abu Hurairah selain shaum 3 hari dalam setiap bulan dan mendirikan sholat witir sebelum tidur.

(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Keutamaan sholat dhuha empat rakaat :

1. Memiliki keutamaan seperti di atas

2. Allah SWT. Akan mencukupi segala kebutuhan orang yang sholat dhuha empat rakaat ini pada sore harinya

3. Merupakan pahala yang lebih cepat dari perang yang tercepat sekalipun

4. Merupakan pahala yang lebih banyak dari rampasan perang yang terbanyak sekalipun

5. Merupakan pahala yang lebih segera daripada segeranya pulang dari perang yang tercepat sekalipun

Ayat-ayat yang paling baik dibaca dalam shalat dhuha: surat al-Waqi’ah, surat Asy-Syamsi, surat Adh-Dhuha, surat al-Kafirun, surat al-Quraisy, surat al-Ikhlas, dsb.

Cara mengerjakan shalat dhuha sama seperti mengerjakan shalat fardhu, baik bacaan maupun cara mengerjakannya.

Adapun doa yang setelah melakukan sholat dhuha:

Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, walbahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuk, Allahumma inkaana rizqi fis samma-i fa-anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqi duhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-sholihiin…

Artinya:

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rizkiku berada di atas langit, maka turunkanlah; apabila berada di bumi maka keluarkanlah; apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh…

Demikian sedikit penjelasan saya tentang keutamaan Sholat Dhuha,Mohon Maaf jika ada kekurangan karena keterbatasan waktu saya pagi ini..dan semoga bermanfaat buat sahabat-sahabat semua..

A’UUDZUBILLAHI MINASY SYAITHAANIR RAJIIM MIN HAMAZIHI WA NAFKHIHI WANAFTSIHI

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk…”

ALLOOHUMMA INNII ASBAHTU MIN'KA FII NI'MATIW WA'AAFIYATIW WASATROTIN' FA ATIMMA NI'MATAKA 'ALAYYA WA'AAFIYATAKA FIDDUN YAAWAL AAKHIROOH

“ Ya allah, sesungguhnya aku hadapi pagi hari yang Egkau berikan ini dengan kenikmatan serta 'afiyah dan tertutup rapi. Maka sempurnakanlah ni'matMu untukku, serta 'afiyah dan tutupan Engkau di dunia dan di akhirat ”

SUBHANALLAHI, WALHAMDULILLAHI, WA LAA ILAHA ILLALLAHU, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI

“Maha Suci Allah, Segala puji milik Allah, tiada Ilah (yang haq) kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.”

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO

“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil "

Walhamdulillahi robbil allamin..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 
Support : Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Copyright © 2011. DinHikmah - Media Online Islam Pemersatu Ummat - All Rights Reserved
Template Modify by Din Hikmah