Headline Terkini
Keutamaan Bulan Rajab
Written By Din Hikmah on Kamis, 31 Mei 2012 | 08:30
Fadhilah Bulan Rajab
Written By Din Hikmah on Rabu, 23 Mei 2012 | 15:30
Wanita Yang Dimurkai Allah SWT Dalam Islam
Written By Din Hikmah on Minggu, 19 Februari 2012 | 17:22
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhPERKARA YANG AMAT DIBENCI ALLAH PADA SEORANG PEREMPUAN
- Kepada wanita yang tidak menutup aurat
- Allah melaknati wanita yang sengaja meperlihatkan auratnya kepada lelaki yang bukan muhrim.
- Perempuan yg memakai kain yang nipis/jarang untuk menarik perhatian lelaki bukan muhrim atau memakai segala yg mendatangkan keghairahan kepada orang lain maka dia tidak akan mencium bau syurga.
- Wanita yg jahat lebih buruk dari 1000 orang lelaki yg jahat.
Pengorbanan seorang wanita amat dihargai oleh Allah dan Rasulnya. Cuma kita kurang mengetahui kelebihan yg dikurniakan Allah SWT kpd kita semua,
WANITA YANG DIMURKAI OLEH ALLLAH
Sebagaimana Allah suka dengan wanita yang sholehah, Allah juga sangat murka kepada beberapa macam sifat wanita, Oleh itu sangat perlu bagi kita mengetahui perkara yang boleh menyebabkan kebenciannya supaya kita terhindar dari kemurkaannya.
Kemurkaan Allah pada hari kiamat sangat dahsyat sehingga Nabi-nabi pun sangat takut. Bahkan Nabi
Ibrahim pun lupa bahwa dia mempunyai anak yang bernama Nabi Ismail karena ketakutan yang amat sangat.
Abu Zar r.a meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda:
"Seorang wanita yang berkata kepada suaminya,"semoga engkau mendapat kutukan Allah"
maka wanita itu dikutuk oleh Allah dari atas langit yang ke7, mengutuk pula segala sesuatu yang dicipta oleh Allah kecuali 2 jenis makhluk yaitu manusia dan jin."
Ab.Rahman bin Auf meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda:
"Seorang wanita yang membuat susah kepada suaminya dalam hal belanja atau membebani sesuatu yang suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima amalannya yang wajib dan sunnah nya."
Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda:
"Kalau seandainya apa yang ada dibumi ini merupakan emas dan perak serta dibawa oleh seorang wanita kerumah suaminya, Kemudian pada suatu hari dia terlontar kata-kata angkuh,"engkau ini siapa? Semua harta ini milikku dan engkau tidak punya harta apa pun."
Maka hapuslah semua amal kebaikannya walaupun banyak.
Nabi SAW adalah seorang Rasul yang penuh dengan kasih sayang pada ummatnya dan selalu menginginkan keselamatan bagi kita dari azab Allah SWT. Beliau menghadapi segala rupa penderitaan, kesakitan, keletihan dan tekanan.
Begitu juga air mata dan darah baginda telah mengalir semata-mata karena kasih sayangnya terhadap kita. Maka lebih-lebih lagi kita sendirilah yang harus berusaha untuk menyelamatkan diri kita, keluarga kita dan seluruh ummat baginda.
Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut:
"Saya bersama Fatimah berkunjung kerumah Rasulullah dan kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau,"mengapa tuan menangis wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "pada malam aku di Isra' kan kelangit, aku melihat orang sedang mengalami berbagai penyiksaan, maka bila aku teringat mereka aku selalu menangis."
Saya bertanya lagi,"wahai Rasulullah apakah yang tuan lihat?"
Beliau bersabda:
- Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
- Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangannya dipaut dari punggungnya sedangkan api yang mendidih dari neraka dituangkan ke kerongkongnya.
- Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya sedangkan air getah kayu zakum dituang ke kerongkongnya.
- Wanita yang digantung , diikat kedua kaki dan tangan nya ke arah ubun-ubun kepalanya serta dibelit dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.
- Wanita yang memakan badannya sendiri serta dibawahnya tampak api yang menyala-nyala dengan hebatnya.
- Wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.
- Wanita yang bermuka hitam dan memakan ususnya sendiri.
- Wanita yang tuli, buta dan bisu dalam peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.
- Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan keledai yang mendapat berjuta jenis siksaan.
Maka berdirilah Fatimah seraya berkata,"Wahai ayahku,cahaya mata kesayanganku. ceritakanlah kepada ku apakah amal perbuatan wanita-wanita itu ketika diDunia sehingga mendapat siksaan seperti itu??."
Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Fatimah, adapun tentang :
- Wanita yang digantung dengan rambutnya, karena dia tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dan memperlihatkan rambutnya dikalangan lelaki selain Mahram nya.
- Wanita yang digantung dengan lidahnya karena dia menyakiti hati suaminya dengan perkataan buruk dan selalu meninggikan suara nya melebihi suami nya. Kemudian Nabi SAW bersabda: "Seorang wanita yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata nya kecuali Allah akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat,selebar 70 zira' kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya."
- Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, karena dia menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya.
- Adapun wanita yang di ikat dengan kaki dan tangannya, itu karena dia keluar rumah tanpa izin suaminya, tidak mandi wajib dari haidh dan nifas.
- Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, karena suka bersolek untuk dilihat lelaki lain serta suka membicarakan keaiban orang.
- Adapun wanita yang memotong badannya sendiri, dengan gunting dari neraka, karena dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang yang banyak dengan maksud supaya orang melihat perhiasannya dan setiap orang jatuh cinta padanya karena melihat perhisannya.
- Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai ke ubun-ubun nya dan dibelit oleh ular dan kalajengking, karena dia mampu mengerjakan sholat dan puasa, Tetapi dia tidak mau ber wudhu dan tidak sholat serta tidak mau mandi wajib.
- Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai, karena dia suka mengadu-domba sesama serta berdusta.
- Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, karena dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.
Dan ada diantara isteri Nabi-nabi yang mati dalam keadaan tidak beriman karena mempunyai sifat yang buruk. Walaupun mereka adalah isteri manusia yang terbaik dizaman itu, Diantara sifat buruk mereka:
- Isteri Nabi Nuh suka mengejek dan mengutuk suaminya.
- Isteri Nabi Lut suka bertandang ke rumah orang.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mengamalkan kebaikan dan meninggalkan keburukan.
semoga berguna untuk pemahaman kita semua.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
27 Rajab Isra' Mi'raj

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kali ini saya akan sedikit membahas tentang peristiwa/sejarah hidup (siirah) 27 Rajab Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang sebagaimana sebagai seorang muslim telah diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat islam.
Sejarah mencatat peristiwa penting dalam kerasulan Nabi Muhammad SAW, yaitu perjalanan Isra Mi’raj. Berlangsung dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, serta dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) di langit ketujuh.
Lalu apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra' Mi’raj ini? Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap dari perjalanan agung tersebut.
Kita kenal, Isra’ Mi’raj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib ketika itu).
Peristiwa tersebut terjadi setahun sebelum hijrahnya Nabi SAW ke Madinah, bertepatan dengan tahun 721 Masehi. Peristiwa ini terjadi di tengah-tengah tekanan dan hinaan yang berat yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabat dari kelompok musyrikin Makkah seperti Abu Jahal dan Abu Lahab.
Ketika itu, Rasulullah SAW dalam situasi yang sangat “sumpek”, seolah tiada celah harapan masa depan bagi agama ini. Selang beberapa masa sebelumnya, isteri tercinta Khadijah r.a. dan paman yang menjadi dinding kasat dari penjuangan meninggal dunia.
Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays terhadap perjuangan semakin berat. Rasulullah seolah kehilangan pegangan, kehilangan arah, dan kini pandangan itu berkunang-kunang tiada jelas.
Dalam sitausi seperti inilah, rupanya “rahmah” Allah meliputi segalanya, mengalahkan dan menundukkan segala sesuatunya. “warahamatii wasi’at kulla syaei”, demikian Allah deklarasikan dalam KitabNya. Beliau di suatu malam yang merintih kepedihan, mengenang kegetiran dan kepahitan langkah perjuangan, tiba-tiba diajak oleh Pemilik kesenangan dan kegetiran untuk “berjalan-jalan” (saraa) menelusuri napak tilas “perjuangan” para pejuang sebelumnya (para nabi). Bahkan dibawah serta melihat langsung kebesaran singgasana Ilahiyah di “Sidartul Muntaha”.
Sungguh sebuah “penyejuk” yang menyiram keganasan kobaran api permusuhan kaum kafir. Dan kinilah masanya bagi Rasulullah SAW untuk kembali “menenangkan” jiwa, mempermantap tekad menyingsingkan lengan baju untuk melangkah menuju ke depan.
konsistensi memang harus menjadi karakter dasar bagi seorang pejuang di jalanNya.
“Wa laa taeasuu min rahmatillah” (jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah).
Isra Mi’raj adalah perjalanan cepat Nabi Muhammad pada malam hari atas takdir dan keinginan Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Baginda kemudian naik ke langit sampai Sidratul Muntaha. Bahkan ke Mustawa dan sampai di bawah Arasy Allah (suatu tempat di mana alam ini diatur) dengan menembus tujuh lapis langit, lalu kembali ke Makkah di malam yang sama. Kisah-kisah dalam peristiwa Isra dan Mi’raj mengandung sesuatu yang sangat menakjubkan, karena perjalanan tersebut tidak sama dengan yang ditempuh manusia biasa. Tapi ini perjalanan istimewa menggunakan kendaraan Allah yang kecepatannya tidak bisa ditandingi oleh apa saja yang diciptakan manusia.
”Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil-Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya (dengan diturunkannya nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya), agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surat al-Isra, ayat 1)
Disebutkan bahwa sebelum di bawa oleh Jibril, beliau dibaringkan lalu dibelah dadanya, kemudian hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati Rasulullah kotor? Pernahkan Rasulullah SAW berbuat dosa? Apakah Rasulullah punya penyakit “dendam”, dengki, iri hati, atau berbagai penyakit hati lainnya? Tidak…sungguh mati…tidak. Beliau hamba yang “ma’shuum” (terjaga dari berbuat dosa). Lalu apa signifikasi dari pensucian hatinya?
Rasulullah adalah sosok “uswah”, pribadi yang hadir di tengah-tengah umat sebagai, tidak saja “muballigh” (penyampai), melainkan sosok pribadi unggulan yang harus menjadi “percontohan” bagi semua yang mengaku pengikutnya. “Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswah hasanah”.
Memang betul, sebelum melakukan perjalanannya, haruslah dibersihkan hatinya. Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan “suci” yang seharusnya dibangun dalam suasa “kefitrahan”. Berjalan dariNya dan juga menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini, diperlukan lentera, cahaya, atau petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya sebagai “nurani”, itulah lentera perjalanan hidup.
Dalam peristiwa itu Rasulullah SAW diperlihatkan tentang kekuasaan Allah serta balasan yang akan diterima oleh umatnya di akhirat nanti.
Firman Allah SWT:
”Dan Nabi Muhammad SAW telah melihat (Jibril dalam bentuk rupanya yang asli) di waktu yang lain yaitu di Sidratul Muntaha. Di dalamnya ada surga yang merupakan tempat tinggal ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatan (Nabi Muhammad SAW) tidak berkisar pada menyaksikan dengan jelas (tentang pemandangan yang indah seperti yang diizinkan untuk melihatnya), dan tidak pula melampaui batas. Dan Baginda telah melihat sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.”
(Surat an-Najm, ayat 13-18)
Dalam perjalanan tersebut Rasulullah SAW Melihat Wanita Beriman dan Tidak Beriman.
Wanita beriman
Dalam perjalanan tersebut Rasulullah SAW melewati satu daerah yang menebar bau yang sangat harum seperti bau kasturi. Lalu Baginda bertanya kepada Jibril, daerah apakah yang sedang mereka lewati.
Jibril menjawab: ”Itulah makam Masyitah, seorang wanita penghulu syurga.” Dia adalah pengasuh anak Firaun, pemerintah yang kejam di Mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Masyitah memiliki fisik yang lemah, tapi memiliki semangat dan jiwa keislaman yang kuat hingga mampu menepikan keangkuhan Firaun.
Masyitah adalah pelayan raja. Dia adalah seorang rakyat yang masih sadar dan beriman kepada Allah. Tetapi karena kekejaman Firaun, dia dan yang lainnya terpaksa menyembunyikan keimanan mereka. Pada suatu hari, ketika Masyitah menyisir rambut putri Firaun, tiba-tiba sikat itu terjatuh. Dengan tidak sengaja, dia menyebut nama Allah. Ketika sang putri mendengarnya, bertanya kepada Masyitah, siapakah Allah itu. Masyitah pada awalnya enggan menjawab, tetapi setelah didesak berkali-kali, dia akhirnya memberitahukan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Esa dan Tuhan Sekalian Alam.
Putri itu mengadu hingga menyebabkan Firaun sangat marah mengetahui Masyitah menyembah tuhan selain dirinya. Masyitah dipaksa Firaun agar mengakui dirinya (Firaun) sebagai Tuhan, tetapi dengan penuh keberanian dia berkata: “Tuhan aku dan Tuhan kamu adalah Allah.” Kata-kata tersebut menimbulkan kemarahan Firaun. Lalu dia memerintahkan menterinya, Hammam, agar membuat patung sapi dari tembaga dan diisi minyak untuk merebus Masyitah dan keluarganya.
Ketika tiba giliran bayinya yang akan dimasukkan ke dalam patung sapi, Masyitah hampir mengaku kalah dan menyerah kepada keinginan Firaun karena sangat sayang kepada anaknya. Tetapi dengan kehendak Allah, terjadi kejadian yang luar biasa. Secara tiba-tiba bayi tersebut dengan fasih berkata: “Wahai ibuku! Teruskanlah dan jangan menyerah kalah, sesungguhnya engkau di jalan yang benar.”
Masyitah dan keluarganya mempertahankan keimanan mereka dengan mengatakan ”Allah Tuhan Yang Esa dan Firaun hanya manusia biasa”. Lalu semuanya syahid dibunuh oleh Firaun. Keberanian seorang wanita memperjuangkan kebenaran dan keimanan ini diperingati setiap tahun oleh seluruh manusia melalui peristiwa Isra dan Mi’raj. Semua anggota keluarga Masyitah mendapat balasan syahid dari Allah karena mempertahankan akidah hingga mati.
Wanita durhaka
Dalam perjalanan tersebut, Baginda juga diperlihatkan tentang 10 jenis siksaan yang menimpa wanita hingga Rasulullah SAW menangis setiap mengenangnya.
1. tentang perempuan yang digantung dengan rambut dan otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya dari pandangan lelaki lain.
2. perempuan yang digantung dengan lidah, tangannya dikeluarkan dari punggung, dan minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan perkataan.
3. perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin dari suaminya.
4. perempuan yang diikat kedua kakinya serta kedua tangannya sampai ke ubun-ubun, dililit oleh beberapa ekor ular, dan kalajengking. Mereka adalah perempuan yang mampu shalat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak wudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa izin suaminya dan tidak mandi bersuci setelah haid dan nifas.
5. perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sedangkan di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias agar dilihat oleh lelaki lain dan suka menceritakan keburukan orang lain.
6. Baginda juga melihat perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka. Mereka adalah perempuan yang suka membanggakan diri sendiri agar orang melihat perhiasannya.
7. Siksaan lain yang dilihat oleh Baginda adalah perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.
8. Ada juga perempuan yang Baginda lihat, wajahnya berbentuk anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya lalu keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.
9. Adapun wanita yg berbentuk spt anjing krn dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.
10. Wanita yg tuli, buta & bisu dlm peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung,telinga,mulut) & badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.
Tidak seorang wanita yg menyakiti hati suaminya melalui kata2nya kecuali Allah akan membuatnya mulutnya kelak dihari
kiamat,selebar 70 zira' kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya.
Puncak tertinggi dari perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah menghadap pada wajah Allah Rabbun Jali, adalah perjalanan misterius dan monumental yang sangat tinggi nilainya menghadap (audience) langsung kepada
Allah SWT Yang Maha Kuasa Tinggi lagi Maha Agung.
Dalam dialog suci antara Rasulullah SAW sendiri bersama Allah SWT, beliau menerima perintah shalat lima waktu dalam sehari semalam.beliau melihat Zat-Nya yg Maha Luhur sebagai penghormatan yg terakhir baginya NABI diterima, dan kemudian di beri "AMANAH" untuk segala mahluk, yaitu mengerjakan "SHALAT LIMA WAKTU DALAM SEHARI SEMALAM" yg mana tadinya telah ditetapkan yaitu "LIMA PULUH KALI DALAM SEHARI SEMALAM" .
Perintah shalat ini, berbeda dengan perintah ibadah-ibadah yang lain, karena shalat diterima oleh beliau secara langsung dari Allah SWT dalam suasana suci, sakral dan sangat agung.
Perjalanan singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir, dan dengan segera pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. Rasulullah sungguh sadar bahwa betapapun ni’matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di suatu tempat yang agung nan suci, betapa ni’mat menyaksikan dan mengelilingi syurga, tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab duniawi. Untuk itu, semua kesenangan dan keni’matan yang dirasakan malam itu, harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan amanah perjuangan yang masih harus diembannya.
Shalat adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang Muslim, sekaligus merupakan simbol ketaatan totalitas kepada Yang Maha Pencipta. Pada shalatlah terkumpul berbagai hikmah dan makna. Shalat menjadi simbol ketaatan total dan kebaikan universal yang seorang Muslim senantiasa menjadi tujuan hidupnya.
Maka ketika Rasulullah memimpin shalat berjama’ah, dan tidak tanggung-tanggung ma’mumnya adalah para anbiyaa (nabi-nabi), maka sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan dari seluruh kaum yang ada. Memang jauh sebelumnya, Musa yang menjadi pemimpin sebuah umat besar pada masanya. Bahkan Ibrahim, Eyangnya banyak nabi dan Rasul, menerima menjadi Ma’mum Rasulullah SAW.
Inilah sikap seorang Muslim. Kita dituntut untuk membawa bekal shalat yang kokoh. Shalat berintikan “dzikir”, dan karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya. “Wadzkurullaha katsiira” (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak),
pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari “fadhalNya” dipermukaan bumi ini. Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat 5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian perjalanan suci ke atas (Mi’raj).
Semoga hal ini dapat menjadi pijakan kita untuk melangkah ke depan yang penuh makna dalam menjalani sisa-sisa hidup kita yang semakin hari tanpa disadari jatah usia kita semakin berkurang.
SUBHANALLAHI, WALHAMDULILLAHI, WA LAA ILAHA ILLALLAHU, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI
“Maha Suci Allah, Segala puji milik Allah, tiada Ilah (yang haq) kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.”
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
Walhamdulillahi robbil allamin..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

