Din Hikmah. Diberdayakan oleh Blogger.

Headline Terkini

Tampilkan postingan dengan label Fadhilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadhilah. Tampilkan semua postingan

Fadhilah Bulan Sya'ban Yang Mulia

Written By Din Hikmah on Rabu, 27 Juni 2012 | 03:30


Oleh : Dyn Muhammad 'ilyas 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Saudara muslimin dan muslimat yang saya banggakan, Bulan Rajab telah berlalu meninggalkan kita semua, dengan digantikannya dengan Bulan Sya'ban yang Mulia ini, sedang Bulan Ramadhan menunggu didepan untuk menggantikannya.
Maka sungguh beruntung bagi siapa saja yang hidupnya dipenuhi dengan ibadah-ibadah pada bulan yang mulia ini, Terus beristi'dad (bersiap diri) menyambut bulan penuh berkah dan pahala besar dengan puasa dan amal shalih lainnya.

PINDAHNYA KIBLAT

Pada bulan Sya'ban, Qiblat berpindah dari Baitul Maqdis, Palistina ke Ka’bah, Mekah al Mukarromah. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi Wasallam menanti-nanti datangnya peristiwa ini dengan harapan yang sangat tinggi. Setiap hari Beliau tidak lupa menengadahkan wajahnya ke langit, menanti datangnya wahyu dari Rabbnya. Sampai akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala mengabulkan penantiannya. Wahyu Allah Subhanahu Wata'ala turun. 

قَدْنَرَىتَقَلُّبَوَجْهِكَفِي السَّمَاءفَلَنُوَلِّيَنَّكَقِبْلَةًتَرْضَاهَافَوَلِّوَجْهَكَشَطْرَالْمَسْجِدِالْحَرَامِوَحَيْثُمَا كُنتُمْفَوَلُّواْوُجُوِهَكُمْشَطْرَهُوَإِنَّالَّذِينَأُوْتُواْالْكِتَابَلَيَعْلَمُونَأَنَّهُالْحَقُّمِنرَّبِّهِمْوَمَا اللّهُبِغَافِلٍعَمَّايَعْمَلُونَ

"Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al Baqarah; 144)

KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN

Dalam bulan sya'ban ini sangat banyak sekali keutamaan nya, maka sungguh sangat dalam kerugian jika kita semua meninggalkan bulan yang penuh dengan keberkahan ini dengan tidak dipenuhi dengan ibadah.

فَسَبِّحْبِحَمْدِرَبِّكَوَكُن مِّنَالسَّاجِدِينَ
"maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),"
( QS.Al-Hijr ; 98 )

Allah Subhanahu Wa Ta'alaa selalu memerintahkan kita semua beribadah kepadanya, apalagi pada bulan-bulan yang penuh dengan keberkahan ini.
وَمَاخَلَقْتُالْجِنَّوَالْإِنسَإِلَّالِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."
( QS.Adz-Dzaariyaat ; 56 )

Karena bulan Sya'ban terletak diantara bulan Rajab & bulan Ramadhan, dan karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya'ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Sya'ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam.
Rasulullah SAW bersabda;

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


"Bulan Sya'ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan, Bulan Sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal, KarenaNya aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa."
(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

"Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya."
(HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)

Karenanya, pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir & meminta ampunan serta pertolongan dari Allah SWT. Pada bulan ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafa'at (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

Dalam Kitab "Durratun Nashihin" , Dari Yahya bin Mu'adz,beliau mengatakan ; Lafadz Sya'ban menyimpan karunia bagi orang-orang mukmin,dari perpanjangan 5 Hurufnya, yaitu :
1. Syin perpanjanganya Syarafun dan Syafa'atun yang berarti kemuliaan dan Syafaat(pertolongan).
2. 'Ain perpanjanganya Al-'izzah wal Karamah yang berarti kemenangan dan karamah.
3. Ba-k perpanjanganya Albirru yang berarti Kebaikan.
4. Alif perpanjanganya Ulfah yang berarti rasa belas kasihan.
5. Nun perpanjanganya An-Nur yang berarti Cahaya.

Itulah sebabnya dijelaskan: Bulan Rajab mensucikan Tubuh, Sya'ban untuk mensucikan Lubuk hati, dan Ramadhan untuk Mensucikan jiwa/Ruh.
Maka siapa yang mensucikan tubuhnya dalam bulan Rajab, sucilah hatinya dalam bulan Sya'ban. Dan siapa mensucikan lubuk hatinya dalam bulan Sya'ban, sucilah jiwanya dalam bulan Ramadhan.

Saudaraku yang diRahmati Allah, mari sucikan Lubuk hati kita dalam bulan Sya'ban ini supaya kita smua menjadi Suci jiwa kita dalam bulan Ramadhan besok.
Dan barang siapa tidak mensucikan Lubuk hatinya di bulan Sya'ban ini, bagaimana bisa mensucikan jiwanya dalam bulan Ramadhan besok???

Dengan cara apa kita mensucikan Lubuk Hati kita?? Perbanyak ibadah, dzikir, puasa, sedekah dan amalan-amalan lain nya..
Rasulullah SAW bersabda;
"Siapa Berpuasa 3 hari pada awal bulan Sya'ban, 3 hari pada pertengahan nya, dan 3 hari pada akhirnya,  maka Allah mencatatnya pahala 70 orang Nabi, dan adalah bagaikan orang beribadah kepada Allah SWT selama 70 tahun ,dan jika meninggal pada tahun itu berarti mati Syahid"

Dalam Sabda Rasulullah SAW Lainya;
"Siapa mengagungkan bulan Sya'ban,bertaqwa kepada Allah SWT, dan taat beribadah kepadaNya, serta mengekang diri dari Laku Maksiat, maka Allah mengampuni segala dosanya, dan menyelamatkan dari segala macam Bahaya/bala-k, dan macam-macam penyakit dalam tahun ini"
(Zubdatul Wa'dhin)

MALAM NISHFU SYA'BAN DIBUKANYA PINTU RAHMAT

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda yang Artinya;
"Pada malam Nishfu Sya'ban Jibril datang kepadaku, sahutnya; 'Hai Muhammad, pada malam ini pintu-pintu Rahmat dibuka, untuk itu tegakkan lah Shalat, angkatlah kepala dan kedua tanganmu ke Langit'.
Aku bertanya: 'Hai Jibril,mlm apakah ini?'
Jawabnya: 'pada malam ini 300 pintu Rahmat telah dibuka, Allah mengampuni semua Orang yang tidak musyrik kepada Allah, bukan ahli sihir, bukan Dukun, bukan orang yang suka Bermusuhan, bukan Pemabuk arak, bukan Pelacur, bukan pemakan Harta Riba, bukan pendurhaka terhadap orang tua, bukan yang suka Mengadu Domba, dan bukan orang yang suka Memutus Tali persaudaraan, Mereka Semua itu tidak diAmpuni, Hingga Bertaubat dan suka Meninggalkan".

Lalu Beliaupun keluar & Shalat, serta menangis dalam Sujudnya, seraya Membaca, yang Artinya;
"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksamu, dan Marahmu, aku tiada Menghitung-hitung Pujiku kepadaMu, sebagaimana Engkau Memuji Dzatmu sendiri, maka Bagimulah segala puji Hingga engkau Ridha".
(Zubdatul Wa'idhin)

pada malam Nisfu Sya'ban turun beberapa kebaikan dari Allah SWT untuk hamba-hamba Nya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syaf'aat (pertolongan), maghfirah (ampunan), pembebasan dari azab dsb. Dengan demikian, malam Nisfu Sya'ban antara lain dinamakan juga malam syafa'at, malam maghfirah, & malam pembebasan.

Para ulama menamai malam Nishfu Sya’ban dengan beragam nama. Banyaknya nama-nama ini mengindikasikan kemuliaan malam tersebut.
1. Lailatul Mubarokah (malam yang penuh berkah).
2. Lailatul Qismah (malam pembagian rizki).
3. Lailatut Takfir (malam peleburan dosa).
4. Lailatul Ijabah (malam dikabulkannya doa)
5. Lailatul Hayah walailatu ‘Idil Malaikah (malam hari rayanya malaikat).
6. Lalilatus Syafa’ah (malam syafa’at)
7. Lailatul Baro’ah (malam pembebasan). Dan masih banyak nama-nama yang lain.


Disebut malam maghfirah karena pada malam itu Allah SWT menurunkan ampunanNya kepada segenap penduduk bumi. Didalam hadist Rasulullah SAW bersabda,
"Tatkala datang malam Nisfu Sya'ban, Allah memberikan ampunan-Nya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan berpaling pada-Nya."
(HR. Ahmad)


Rasulullah SAW telah memerintahkan kita semua untuk memperhatikan malam Nisyfu Sya’ban, dan berkahnya beramal sholeh pada malam itu diceritakan oleh Sayyidina Ali Rodliallahu anhu, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda: 
"Jika tiba malam Nisyfi Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata'ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, 'Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni, Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki, Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan, Adakah begini atau begitu, Sampai terbitlah fajar'." 
(HR. Ibnu Majah)

Saudaraku yang diRahmati Allah, Sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan cara memperbanyak ibadah, Shalat, zikir membaca Al-Qur'an, berdo'a & amal-amal salih lainnya.
Karena semua itu akan membuat Hati kita menjadi Bersih, seperti Sabda Rasulullah SAW yang Artinya;
"Siapa menghidup-hidupkan dua malam Hari Raya & malam Nishfu Sya'ban, maka tidak matilah Hatinya ketika umumnya hati (manusia) mati"
(Zahratur Riyadi)

Mari kita muliakan bulan Sya'ban yang mulia ini dengan banyak beribadah dan jangan melalaikannya dari ibadah dan taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.



Dh/m








Fadhilah Bulan Rajab

Written By Din Hikmah on Rabu, 23 Mei 2012 | 15:30


Referensi; Kitab Duratun Nasihin
Hikayah:
"Ada Seorang wanita di Baitul Muqaddas yang taat beribadah kepada Allah SWT, bila bulan Rajab tiba ia sambut dengan membaca surat Al-Ikhlas 10x, pakaian kebesaran nya dilepas dan ia ganti pakaian biasa.
Tiba-tiba pada suatu bulan Rajab ia jatuh sakit dan berpesan kepada anaknya, jika ia meninggal supaya diMakamkan berikut pakaian biasa yang dibuat untuk menyambut bulan Rajab.
Ternyata setelah ia meninggal, anaknya merasa malu kepada umumnya masyarakat bila memenuhi pesan ibu nya, maka dibungkus lah mayat ibunya dengan kain kafan yang mahal.
Dan pada suatu malam ia mimpi bertemu ibu nya, kata ibu: "Hai anakku, kenapa engkau abaikan pesanku, sungguh aku tidak rela padamu".
Bangun lah ia merasa terkejut dan takut meliputi dirinya. Maka pagi hari nya ia menggali makam ibu nya, namun mayat nya tidak ada, dan cemas lah ia sambil menangis.
Di tengah-tengah menangis terdengar lah suara memanggil nya: "Ketahui lah bahwasanya siapa memuliakan Bulanku ( Rajab), aku tidak bakal membiarkannya kesepian didalam kubur nya."
(Zubdatul Wa'idhin)

Dalam Shahih Bukhari-Muslim, Nabi SAW Bersabda;
"Bahwasanya di Surga ada sebuah bengawan Rajab, air nya putih melebihi susu, manis melebihi Madu, siapa puasa sehari diBulan Rajab, pasti Allah memberi nya minum dari bengawan Tersebut."
(A'rajiyah)

Dari Aisyah ra, Nabi SAW bersabda;
"Kelak di Hari Kiamat seluruh manusia dalam keadaan lapar, kecuali para Nabi dan keluarganya, serta orang-orang yang berpuasa Rajab, puasa Sya'ban dan puasa Ramadhan. mereka tetap dalam keadaan tenang, tidak merasa lapar atau pun dahaga."
(Zubdatul Wa'idhin)

Rasulullah SAW Bersabda;
"Siapa menyambut kehadiran malam pertama bulan Rajab dengan aktifitas keagamaan, seperti Shalat malam, baca Qur'an, dzikir dan lain-lain. maka ia berjiwa hidup sekalipun umumnya manusia mati hati nya, dan Allah mencurahkan kebaikan dari (fikiran) bawah kepala nya, ia bersih dari dosa seperti baru lahir dari kandungan ibu nya, dan ia di izin kan mensyafa'ati 70.000 ahli berdosa yang seharus nya di Neraka."
(dikutip dari kitab Lubil Albab, karya Maula Tajul 'Arifin/A'rajiyah)

Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallam  untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat  bulan haram, ketiganya secara berurutan  adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab.
إِنَّعِدَّةَالشُّهُورِعِندَاللّهِ اثْنَاعَشَرَشَهْرًا فِيكِتَابِاللّهِ يَوْمَخَلَقَالسَّمَاوَاتوَالأَرْضَمِنْهَاأَرْبَعَةٌحُرُمٌذَلِكَالدِّينُ الْقَيِّمُفَلاَتَظْلِمُواْفِيهِنَّ أَنفُسَكُمْوَقَاتِلُواْالْمُشْرِكِينَكَآفَّةًكَمَايُقَاتِلُونَكُمْكَآفَّةًوَاعْلَمُواْأَنَّاللّهَ مَعَالْمُتَّقِينَ
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (yakni Dzulqa'idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
(QS. At-Taubah:36)

Hukum Puasa Rajab

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadist sahih imam Muslim. Bahkan  berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. 
Nabi SAW bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Sehubungan hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” 
(Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Niat Puasa Rajab;
نويت صوم شهر رجب سنة لله تعالى 
NAWAITU SAUMA SYAHRI RAJAB SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
“ Saya niat puasa bulan Rajab , sunnah karena Allah ta’ala.”


Untuk Membaca Artikel Bulan Rajab Terdahulu silahkan Klik;



(Din Muhammad 'ilyas)






FADHILAH ( QS.Al-Mu'minun 23 :1-11)

Written By Din Hikmah on Sabtu, 25 Februari 2012 | 17:02

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

FADHILAH ( QS.Al-Mu'minun 23 :1-11)

1. Sungguh beruntung orang-orang yg beriman,
2. (Yaitu) orang yang khusyuk dalam Shalatnya,
3. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan & perkataan) yang tidak berguna,
4. Dan orang yang menunaikan zakat,
5. Dan orang yang memelihara kemaluannya,
6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki,maka sesungguhnya mereka tidak tercela,
7. Tetapi barang siapa mencari dibalik itu (Zina,dan sebagainya), maka mereka itulah orng-orang yang melampaui batas,
8. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,
9. Serta orang yang memelihara Shalatnya,
10. Mereka itulah yang akan mewarisi,
11. (Yakni) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal didalam nya.

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Umar bin Khathtab r.a. Dia berkata:
"Apabila wahyu turun kepada Rasulullah SAW, kami dapat menangkap pada raut wajahnya. Beliau diam sejenak. Setelah itu beliau menghadap kiblat seraya mengangkat tanganya dan berkata, "Ya Allah, tambahkanlah bagi kami & jangan engkau kurangi, muliakan kami & jangan hinakan kami, anugerahi kami & jangan engkau halangi nikmat engkau untuk kami, utamakan kami & jangan abaikan kami, dan Ridhailah kami"
Selanjutnya beliau ber Sabda: "telah turun sepuluh ayat kepadaKu,barang siapa yang mengamalkanya,maka dia akan masuk Surga."
Kemudian beliau membaca sepuluh ayat surat Al-Mu'minum.

Sahabat,dapat kita pahami dari Fadhilah surat dalam ayat Al-Mu'minum beserta Hadits nya. Bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjanjikan Surga Firdaus jika kita:
- memelihara dan melanggengkan Sholat,
- menjauhkan dari perkataan & perbuatan tidak berguna,
- menunaikan Zakat & sedekah,
- memelihara kemaluan & menghindari Zina,
- memelihara amanat dan jani,
Dan jika kita keluar dari semua itu, maka kita termasuk orng-orang yang melampaui batas.

Mari kita jaga Amanat Rasulullah SAW dengan mengamalkan isi dari surat Al-Mu'minum tersebut.
Wallahu a'lam bisshowab..

Jangan lupa Sedekah.

SEMOGA BERMANFAAT.

Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh


 ( Din Muhammad 'ilyas )

Fadhilah Sholat Sunnah 12 Raka’at

Written By Din Hikmah on Minggu, 19 Februari 2012 | 16:35


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa melakukan sholat (sunnah) dalam sehari-semalam duabelas raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga”.
Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Barangsiapa rutin menegakkan sholat sunnah 12 rakaat, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membuatkan rumah baginya di surga, yaitu 4 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat sesudah Zhuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, 2 rakaat sesudah Isya dan 2 rakaat sebelum Subuh.” (HR Tirmidzi 379)
Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Shalat Rawatib Qabliyah dan Ba’diyah adalah sebagai berikut :
1. Sholat Sunnah 4 (empat) raka’at sebelum sholat Dzuhur. Ketika sudah masuk waktu Dhuhur, mengerjakan 4 raka’at (2 raka’at salam – 2 raka’at salam). Kebanyakan kaum muslimin hanya melaksanakan 2 rakaat sholat sunnah sebelum sholat Dzuhur. Seperti halnya sholat sunnah ba’da sholat Jum’at, kaum muslimin hanya melaksanakan 2 raka’at. Padahal sholat yang disunnahkan ba’da sholat Jum’at adalah 4(empat) raka’at. Kebanyakan kaum muslimin tidak melaksanakan sholat sunnah ba’da sholat Jum’at. Atau kalau sholat sunnat ba’da Jum’at hanya 2 raka’at. Padahal itu kurang. Yang benar adalah sholat sunnah ba’da Jum’at adalah 4 (empat) raka’at. Bisa dilakukan di masjid atau di rumah.
2. Sholat Sunnah 2 raka’at setelah sholat Dzuhur.
3. Sholat Sunnah 2 raka’at setelah sholat Maghrib.
3. Sholat Sunnah 2 raka’at setelah sholat ‘Isya
4. Sholat Sunnah 2 raka’at sebelum sholat Shubuh.
Sholat-sholat Sunnah tersebut yang dalam Fiqih disebut Sholat Sunnah Mu’akkadah, juga disebut Sholat sunnah Rowatib. Disebut Rowatib karena sholat-sholat sunnah tersebut mengikuti (mengiringi) sholat Fardhu (Sholat Wajib).
Ada juga sholat sunnah Ghoiru Mu’akkadah, yaitu :
1. Sholat sunnah 2 raka’at sebelum sholat Ashar.
2. Sholat sunnah 2 raka’at sebelum sholat Maghrib.
3. Sholat sunnah 2 raka’at antara dua adzan (antara Adzan dan Iqomat).
Yang ini umum dilakukan, dasar Haditsnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sholatlah sebelum Maghrib, sholatlah sebelum Maghrib, sholatlah sebelum Maghrib, bagi yang menghendaki”. (Li man syaa-a).
Menurut para ‘ulama, sebetulnya hukumnya adalah tergolong sunnah yang ditekankan, karena diucapkannya sampai tiga kali oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seharusnya termasuk sunnah Mu’akkadah, tetapi karena diakhiri dengan sabda beliau: “Li man syaa-a” (Bagi yang mau, yang menghendaki), maka sholat 2 raka’at sebelum Maghrib termasuk Ghoiru Mu’akkadah.
Tentang sholat 2 raka’at antara dua adzan, dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Antara dua adzan ada sholat (sunnah)”
Oleh karena itu kaum muslimin boleh melakukannya.
Tetapi yang jelas dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan surga adalah yang 12 Raka’at sholat Sunnah Mu’akkadah (Rowatib), yaitu seperti yang disebutkan di atas. Disebut juga sholat Sunnah Rowatib, artinya sholat-sholat Sunnah yang mengikuti sholat Fardhu.
Sebetulnya ada sholat-sholat sunnah yang lain, yang hukumnya termasuk sunnah Rowatib dan Mu’akkadah, yaitu :
1. Sholat sunnah Witir. Sholat sunnah Witir minimal satu Raka’at.
2. Sholat sunnah Qiyamul Lail (sholat malam, Tahajud), minimal dua raka’at.
3. Sholat sunnah Rok’atain Khofifatain, sholat sunnah ringan dua raka’at (Sholat sunnah sebelum Tahajud).
Sholat sunnah Witir adalah sholat penutup sholat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jadikan sholat kalian di malam hari adalah Witir”
Oleh karena itu, sholat sunnah Witir harus diutamakan. Dan kalau memungkinkan dilakukan malam hari setelah tidur, jika dirasa berat karena lelah, boleh juga dilakukan sebelum tidur, lalu melakukan sholat sunnah Witir.
Sholat sunnah 12 roka’at yang dimaksudkan diatas, jika ditambah dengan 17 raka’at sholat Wajib, ditambah lagi dengan sholat sunnah Ghoiru Mu’akkadah 6 raka’at, ditambah lagi dengan sholat sunnah Witir 3 raka’at (17 + 12 + 6 + 3 = 38 raka’at), berarti sudah lebih dari 30 raka’at.
Sebenarnya jika dikaitkan dengan bahasan pelajaran yang sebelumnya, terdapat dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di mana beliau mengatakan kepada Rubi’ah ketika Rubi’ah berhidmat kepada beliau:
Wahai Rubi’ah, mintalah apa yang engkau inginkan dariku”. Maka Rubi’ah berkata : “Ya Rosuulullooh, saya ingin menemani engkau sampai dengan di surga”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apakah tidak ada permintaanmu selain itu?”.
Rubi’ah menjawab: “Hanya itu, ya Rosuulullooh”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :”Kalau begitu, tolonglah aku agar aku bisa memberikan syafa’at dan pertolongan untukmu dengan jalan kamu memperbanyak sujud”.
Yang dimaksud “memperbanyak sujud” dalam hal ini adalah Sholat Sunnah. Memperbanyak sujud itu faedahnya besar sekali.
Karena dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada salah seorang shohabi: “Paling dekat antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah ketika ia sujud. Oleh karena itu perbanyaklah oleh kalian untuk sujud”.
Artinya dalam hal ini adalah memperbanyak do’a.
Ketika berdoa sesungguhnya kita diajarkan agar kita selalu merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ,
selalu menganggap bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kaya dan selalu menganggap dan meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala bisa memenuhi hajat kita. Dengan demikian diri kita selalu tergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan ketika kita banyak tergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, itu disebut Tawakkul kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan ketika Tawakkul maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
“Barangsiapa yang bertawakkul kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mencukupi kebutuhannya”.
Dari pelajaran tersebut, dianjurkan agar kita memperbanyak sujud dan memperbanyak do’a agar kita selalu ada ketergantungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
SEMOGA BERMANFAAT untuk sahabat semua..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

FADHILAH SEBUAH DO'A


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berikut ini saya akan menjelaskan sedikit beberapa Fadhilah Do'a,Semoga Bermanfaat buat kita semua sebagai umat muslim..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Tuhanmu berfirman: Berdoalah engkau semua padaKu, pasti Aku mengabulkan doamu semua itu.” (QS.Ghafir: 60)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Berdoalah engkau semua kepada Tuhanmu dengan had dan rahasia , yakni dengan permohonan yang timbul dari jiwa, se-sungguh Allah itu tidak menyukai orang yang melanggar batas.” (al-A’raf: 55)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu – hai Muhammad – tentang Aku, maka katakanlah bahwa sesungguhnya Aku ini dekat. Aku dapat mengabulkan permohonan orang yang berdoa padaKu jikalau ia telah memohonkan itu padaKu,” sampai habisnya ayat. (al-Baqarah: 186)

Dan Tuhanmu berfirman,Berdo'alah kamu kepada-Ku, Pasti akan kuperkenankan permintaanmu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina-dina (Q.S.Al Mu'min : 60)


Pengertian berdoa adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
tetapi bukan berarti hanya orang yang terkena musibah saja yang layak memanjatkan doa.
Sebagai seorang Muslim kita layak berdoa walaupun kita dalam keadaan sehat.
Doa merupakan unsur yang paling esensial dalam ibadah.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW 'Doa itu ibadah' (H.R. Abu Daud,Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah).

Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya,
sedang kita dalam keadaan lapang(H.R. Al Hakim).

Didalam berdo'a ada tata cara. waktu dan tempat berdoa.
1. Tata cara berdoa
a. Menghadap Kiblat
Hal ini berdasarkan sebuah hadist Rasulullah datang ketempat wuquf diArafah dan ia menghadap kiblat lalu terus menerus berdo'a sehingga tenggelam matahari.

b. Membaca Hamdalah atau pujian,tasbih,tahmid,takbir,tahlil,Istighfar dan membaca Shalawat
Salah seorang Sahabat Nabi berkata : Ketika Nabi Muhammad SAW duduk
dimasjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat.
Setelah selesai ia membaca doa,'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka waktu itu
Rasulullah pun berkata, wahai kawan, engkau terburu-buru ??
Jika kau shalat,duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah.
Karena dia yang memiliki pujian itu, lalu kau baca shalawat kepadaku kemudian
baru berdo'a.
Kemudian datang seorang yang lain setelah shalat ia memuji Allah
dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. dan setelah itu
Rasulullah SAW bersabda; "Berdo'alah akan dipenuhi".

c. Dengan suara lembut dan rasa takut
Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang berbunyi, "Berserulah (Berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik".
(Q.S. Al A'raf : 55-56)

d. Yakin akan dipenuhi
Di dalam berdoa kita harus yakin dan berprasangka baik kepada Allah,
seperti hadist berikut ini : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman :
"Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apa bila ia berdoa kepada-Ku" 'Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku kabulkan.'
(QS. Ghafir : 60)

2. Waktu yang paling baik
a. Antara azan dan Iqamat.
b. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
c. Waktu sepertiga malam yang terakhir.
d. Sepanjang hari jum'at
e. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
f. Ketika Khatam membaca Al-Qur'an
g. Ketika Turun hujan.
h. Ketika melakukan Tawaf.
i. Ketika menghadapi musuh dimedan perang.

3. Tempat-tempat yang baik untuk berdoa
a. Di depan dan di dalam Kabah.
b. Di masjid Rasulullah saw.
c. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
d. Di atas bukit Safa dan Marwah.
e. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
f. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla

hal-hal yang harus diperhatikan jika kita Berdo'a
1. Kualitas keimanan yang berdoa. Doa setiap hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan dikabulkan sangat tergantung pada kualitas keimanan atau keyakinan hambanya yang berdoa.
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan dalam doanya yang artinya:
“Ya Allah, perbaguskanlah untukku akan agamaku yang itu adalah pegangan perkaraku,
perbaguskanlah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku,
juga perbaguskanlah akhiratku yang di dalamnya itulah tempat kembaliku.
Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian itu sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (Riwayat Muslim)

2. Kualitas ketaqwaan yang berdoa. Setiap orang yang akan berdoa hendaknya meningkatkan keimanan dan ketaqwaanNya sehingga jika doa kita memang karena patut untuk dikabulkan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya.Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu".
(QS. At-Thalaaq : 3)

3. Amal Kebaikan. Amal kebaikan yang telah kita lakukan salah satu faktor penyebab dikabulkan sebuah doa. Lakukanlah amal kebaikan seperti menolong orang yang sedang dalam kesusahan maka Allah akan membantu kita ketika kita dalam kesulitan.
"Barang siapa membantu orang yang sedang dalam kesulitan maka Allah akan membantunya di dunia dan di akhirat"
(H.R. Muslim)

YAKIN bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa terhadap apa yang terjadi di dunia ini.
YAKIN bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, itu semua dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
YAKIN bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki kebaikan dan keburukan yang menimpa diri kita dengan suatu tujuan.
YAKIN bahwa dalam setiap kejadian yang menimpa kita, itulah keputusan terbaik dari-NYA setelah ikhtiar terbaik yang kita lakukan.
YAKIN bahwa doa maupun jeritan hati kita didengar oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena beliau begitu dekat.
YAKIN bahwa do’a adalah senjata ampuh kaum mukmin.
jangan pernah takut menjalani hidup,ada Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa.
Mintalah padaNYA niscaya Allah akan mendengarkan segala pinta.
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (Al-Ankabut:2-3)
Sejatinya, hidup ini adalah sebuah perjalanan dari satu ujian menuju ujian berikutnya
Entah itu berupa ujian kesulitan maupun ujian kenikmatan.
Setiap kita yang mengaku beriman tidak akan dibiarkan begitu saja,
masing-masing diri kita akan diuji sesuai kadarnya masing-masing,
bahkan Allah akan menguji di titik terlemah kita. Ujian itulah yang akan membuktikan keimanan kita,
apakah kita benar-benar beriman atau hanya mengaku beriman padahal ternyata keimanan kita hanyalah dusta.

“Ya Allah, sesungguhnya kita mohon kepadaMu apa-apa yang menyebabkan datangnya kerahmatanMu dan apa-apa yang menyebabkan pengampunanmu, juga selamat dari dosa dan memperoleh dari semua kebaikan, demikian pula berbahagia dengan syurga dan selamat dari siksa api neraka.”
Allohumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin adada anwairrizqi wal futuhat, yaa basitholladzi yabsutur rizqol limayyasa’u bighoiri hisab ubsut alayya rizqon kasiron min kulli jihatin min khoza ini rizqika bighoiri minnati makhluqin bifadlika wa karomika wa ‘ala alihi wa shohbihi wa salim
Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma
kama rabbayani shaghiran

SEMOGA BERMANFAAT BUAT SAHABAT-SAHABAT SEMUA..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

FADHILAH BULAN RAMADHAN (bag.2) dan FADHILAH SHOLAT TARAWIH


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta, Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwa kami dan dari kejelekan amaliah kami. Barang siapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah Shalawat dan salam bagi Nabi dan Rasul termulia kami Muhammad Shallallaahu 'alaihi Wa Sallam berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.
Amin Amin Ya Robbal Allamin..

Pada kesempatan yang kedua ini saya akan membahas "Fadhilah Bulan Ramadan yang Suci" dengan Fadhilah 30 hari "Sholat Tarawih"
Dari pembahasan semua ini saya masih mengambil dari kitab yang sama yaitu kitab "DURATUN NASIHIN"
semoga saja kita semua bisa mengambil Fadhilah nya dengan keRidho'an hati.
Amin..

Dari Anas bin Malik ra. Nabi SAW bersabda :
"Tiada Do'a kecuali terdapat hijab diantaranya dengan diantara langit, hingga ber Shalawat atas Nabi SAW, maka apabila dibacakan Shalawat Nabi ,terbukalah hijab dan diterimalah Do'a tersebut, namun jika tidak demikian, kembalilah Do'a itu kepada pemohon nya"
(Zubdah)

HIKAYAH :
Bahwasanya seorang Shaleh melakukan shalat, ketika duduk tasyahud ia lupa tidak berShalawat Nabi, kemudian pada suatu malam ia dijumpai Rasulullah SAW, bertanya; "Hai fulan, kenapa kamu sampai lupa tidak berShalawat kepadaku? jawabnya: "Ya Rasulullah,maafkanlah aku, tengah sibuk memuji Allah dan menyembahnya, hingga lupa berSholawat kepada Tuan, kemudian beliau SAW bersabda berikut ini:
"segala amal terhenti, segala Do'a tertahan, hingga BerSholawat kepadaku, bahkan seandainya seorang hamba kelak dihari kiamat dengan membawa seluruh kebaikan penghuni dunia, tanpa Sholawat kepadaku, pasti ditolak dan tidak diterima sedikitpun"
(Zubdah)

Cerita Nabi Musa as.
Nabi musa bermunajat kepada Allah SWT, katanya: "Ya Tuhan, pernahkah engkau memuliakan seseorang seperti yang kuperoleh saat mendengar firmanMu secara langsung?
Jawabnya: "Hai Musa, ada Hamba-hambaku kelak diAkhir Zaman, ku Muliakan mereka dengan bulan Ramadhan, aku dekat dengan mereka melebihi kamu, sebab aku bicara denganmu, dan diantaraku denganmu ada 70.000 hijab, padahal ketika umat Muhammad SAW. Berpuasa, menjadi putih bibir mereka dan kuning warna kulit mereka, aku buka Tirai itu ketika berBuka. Ya Musa,beruntunglah orang yang Haus tenggorokanya dan lapar perutnya dibulan Ramadhan,maka tiada balasan mereka kecuali bertemu denganku"

HIMBAUAN :
Maka akal sehat seyogyanya digunakan, supaya dapat mengenal dan Memuliakan bulan yang terhormat ini, dan memelihara Hati dari Hasud serta memusuhi Umat islam, juga kawatir, takut kalau-kalau puasanya tidak diterima oleh Allah, Hal ini menunjuk pada Firman Allah SWT :
"Bahwasanya Allah hanya menerima Amal-Amal ibadah dari orang-orang yang bertakwa"
(QS.Al-Maidah:27)

Para Pelaku puasa bangkit dari Kubur mereka langsung mengenal Puasanya masing-masing.
Mereka peroleh meja-meja makan, aneka hidangan dan ceret-ceret air, dikatakan kepada Mereka : "Silahkan kalian makan, sebagai pengganti lapar dulu disaat kebanyakan Masyarakat dunia kenyang dan minumlah kalian sebagai pengganti dulu Haus disaat mereka puas Minum, dan beristirahatlah kalian sekarang.
Kemudian mereka menikmati hidangan tersebut, makan-minum dengan Puas, padahal kebanyakan manusia tengah menghadapi Hisab yang penuh dengan ketegangan"
(Tambihul Ghafilin)

FADHILAH SHOLAT TARAWIH

Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra. ketika Rasulullah SAW ditanya Fadhilah Shalat Tarawih.
Apakah pahala atau kelebihan mendirikan Sholat Tarawih pada setiap malam di sepanjang Bulan Ramadhan, Rasulullah SAW menjawab:

"Orang-orang Mukmin yang menunaikan Sholat Tarawih pada setiap malam bulan Ramadhan, akan mendapat kelebihan seperti berikut :
Shalat Tarawih Malam ke 1 :
Dosanya dihapuskan seperti ia baru dilahirkan oleh ibunya.

Shalat Tarawih Malam ke 2 :
Diampunkan dosanya, juga dosa-dosa kedua ibu bapaknya, jika keduanya itu Muslim.

Shalat Tarawih Malam ke 3 :
Dipanggil oleh malaikat dari bawah Arasy dengan seruan,
"Beramallah, kerana Allah telah mengampunkan dosamu yang telah lalu."

Shalat Tarawih Malam ke 4 :
Diberi pahala yang sama dengan pahala orang-orang yang membaca Kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran.

Shalat Tarawih Malam ke 5 :
Diberi pahala umpama orang yang bersembahyang di Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsa di Palestin.

Shalat Tarawih Malam ke 6 :
Diberi pahala umpama orang yang bertawaf di Baitullah; batu-batu dan pasir-pasir turut memohon ampun untuknya.

Shalat Tarawih Malam ke 7 :
Seperti orang yang hidup sezaman dengan Nabi Allah Musa, yang membantunya mengalahkan Firaun dan Hamman.

Shalat Tarawih Malam ke 8 :
Diberi Allah segala apa yang pernah dikurniakan-Nya kepada Nabi Ibrahim a.s.

Shalat Tarawih Malam ke 9 :
Pahala menyembah Allah baginya seperti Rasulullah SAW dan nabi-nabi menyembah Allah.

Shalat Tarawih Malam ke 10 :
Dikaruniakan Allah kebaikan di dunia dan Akhirat

Shalat Tarawih Malam ke 11 :
Keluar dari dunia seperti mana dia dilahirkan bersih dari segala dosa.

Shalat Tarawih Malam ke 12 :
Di Hari Qiamat wajahnya bercahaya dan bersinar umpama bulan purnama.

Shalat Tarawih Malam ke 13 :
Di Hari Qiamat keadaannya aman dari segala kejahatan dan keburukan

Shalat Tarawih Malam ke 14 :
Malaikat akan menjadi saksi (atas sembahyang Tarawihnya itu) di Hari Qiamat ia dibebaskan Allah dari segala kemudaratan.

Shalat Tarawih Malam ke 15 :
Semua malaikat yang memikul Arasy dan Kursi berselawat dan meminta ampun untuknya.

Shalat Tarawih Malam ke 16 :
Dituliskan baginya lepas dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

Shalat Tarawih Malam ke 17 :
Diberikan pahala sebanyak pahala para Nabi.

Shalat Tarawih Malam ke 18 :
Malaikat berseru: "Wahai hamba Allah! Bahwasanya telah ridha Allah kepadamu dan kedua ibu bapakmu."

Shalat Tarawih Malam ke 19 :
Diangkat derajatnya ke dalam Syurga Firdaus.

Shalat Tarawih Malam ke 20 :
Diberikan pahala para syuhada dan solehin.

Shalat Tarawih Malam ke 21 :
Dibuatkan untuknya istana dari nur di dalam Syurga.

Shalat Tarawih Malam ke 22 :
Di Hari Qiamat, ia akan diamankan dari segala dukacita dan kerisauan.

Shalat Tarawih Malam ke 23 :
Dibangunkan untuknya sebuah bandar di dalam Syurga.

Shalat Tarawih Malam ke 24 :
Dibuka peluang baginya berdoa sebanyak 24 kali yang akan dimakbul oleh Allah.

Shalat Tarawih Malam ke 25 :
Diselamatkan dari siksa kubur.

Shalat Tarawih Malam ke 26 :
Dianugerah pahala ibadah baginya selama 40 tahun.

Shalat Tarawih Malam ke 27 :
Dapat melintas titian Sirat di Akhirat kelak, kelajuannya seperti kilat.

Shalat Tarawih Malam ke 28 :
Dianugerahkan baginya 1,000 derajat di Akhirat.

Shalat Tarawih Malam ke 29 :
Dikurniakan pahala 1,000 ibadah haji yang mabrur.

Shalat Tarawih Malam ke 30 :
Diseru oleh Allah dengan seruan, "Wahai hambaKu! Makanlah buah-buahan Surga dan mandilah dengan air Salsabil (sebatang sungai yang mengalir dalam Syurga) serta minumlah dari Telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku."

Dari 'Aisyah ra, Nabi SAW bersabda:
"Siapa beri'tikaf penuh dengan keyakinan dan Keikhlasan,pasti diampuni Dosa-dosanya terdahulu"
(HR.Bukhari-Muslim)

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan pahala yang berlipat buat para Sahabat Muslim semua yang selalu Taat Beribadah dibulan Ramadhan ini, dan yang telah beribadah Sholat Tarawih di bulan suci Ramadhan tahun ini.

"Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika"
"Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu"
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar..
walhamdulillahi robbil Allamin..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



( Dyn Muhammad 'ilyas ) 



 

FADHILAH BULAN RAMADHAN YANG SUCI (bag.1)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, kesudahan baik mereka yang bertaqwa, Shalawat dan salam tetaplah kepada Rasul kami NAbi Muhammad SAW, keluarga dan seluruh sahabatnya.
Ya Allah rapihkanlah hal dan ihwal kami, perbaikilah perbuatan kami, dan bebaskanlah kami dari Derita fakir, kehinaan, dan periharalah kami dari segala bahaya, wabah penyakit dan Tha'un, dan dari kebrutalan musuh, syetan dan kejahatan yg dibisikkan dari nafsu pribadi.

Ya Allah,Mudahkanlah kami mengatur segala urusan kami yang menyangkut dunia dan akhirat,serta sukseskanlah smua cita-cita kami dengan baik, ya Allah hindarkanlah kami dari kejahatan dan kemaksiatan.
Ya Allah dzat yg mengatur waktu dan keadaan, perbaikilah keadaan kami hingga melegakan jiwa kami.
Ya Allah,berilah kami kebaikan urusan dunia dan akhirat, sungguh engkau berkuasa pada semua itu..
Amin Amin Ya Robbal Allamin..

Pada bulan suci Ramadhan ini saya akan mencoba menyampaikan lewat tulisan ini tentang "Fadhilah Bulan Ramadan yang Suci"
Dari pembahasan semua ini saya ambil dari kitab "DURATUN NASIHIN"
semoga saja kita semua bisa mengambil pelajaran dari Kitab ini, dan dilakukan dengan keRidho'an hati.
Amin..

Allah SWT berfirman;
"Bulan Ramadhan ialah bulan (awal) turunya Al-Quran, berupa petunjuk untuk manusia & penjelasan tentang petunjuk itu & menjadi penegak kebenaran membedakan antara Hak & Batil"
(QS.Al-Baqarah; 185)

Rasulullah SAW brsabda:
"Siapa lega Hati menyambut kehadiran Bulan Ramadhan, pasti Allah Mengharamkan tubuhnya atas Neraka apa saja"
(Zubdatul wa'idhin)

Rasulullah SAW brsabda:
"Pada malam pertama bulan Ramadhan, Allah SWT berfirman: "siapa mencintaiku, pasti aku mencintainya, siapa mencari Rahmatku, pasti Rahmatku mencarinya, dan siapa beristighfar kepadaku, pasti aku mengampuninya, berkat hormat Ramadhan, lalu Allah menyuruh malaikat pencatat amal, khusus dalam bulan Ramadhan supaya menulis amal kebaikan semata, tidak mencatat laku kejahatan mereka, umat Muhammad, dan Allah menghapus dosa-dosa terdahulu bagi mereka"
(Zubdatul wa'idhin)

Sahabat muslim yang diRahmati Allah, mari kita menyambut kehadiran bulan Ramadhan dengan memulyakan & mnghormatinya, serta memelihara diri dari perbuatan Mungkar,& jaga Lisan.
persibuk & perbanyak dengan Amal ibadah, melaksanakan Sholat, puasa, perbanyak baca Alquran, dzikir, Tasbih, Tahmid, takbir, Sholawat.
Seperti Sabda Rasulullah SAW:
"sungguh manusia yang paling utama disisiku kelak dihari kiamat, yaitu mereka yang paling banyak bershalawat kepadaku"

dari Za'id bin rafi' Nabi SAW bersabda;
"siapa bershalawat kepadaku 100x setiap jumat, pasti Allah mengampuninya, sekalipun dosanya sebanyak buih dilautan"
(Zubdatul Wa'idhin)

Dalam kitab DURATUN NASIHIN, Dari Umar bin Kathab ra, Nabi SAW bersabda:
"Dibulan Ramadhan, apabila seseorang terbangun dari tidur nya, lalu menggerakan tubuhnya diatas ranjangnya, maka Malaikat berkata: 'bangun lah segera, semoga Allah memberkati & memberi Rahmat kepadamu'. dan kemudian apabila ia tegak, hendak melakukan Shalat(dimalam hari) maka ranjang tempat ia tidur pun berdo'a :
 ALLAAHUMMA A'THIHIL FURUSY AL MARFUU'ATA
Artinya: "ya Allah, gantilah ranjang-ranjang tinggi tebal baginya"

Dan ketika ia memakai pakaian, maka pakaian berdo'a :
ALLAAHUMMA A'THIHII MIN HULALIL JANNAH
Artinya: "ya Allah, berilah ia pakaian indah disurga"

Disaat memakai sandal, maka sandal pun berdo'a :
ALLAAHUMMA TSABBIT QADAMAIHI 'ALASH SHIRRAAT
Artinya: "ya Allah, teguhkanlah kedua kakinya diatas Shirat"

Ketika menuju tempat air, maka tempat air pun berdo'a :
ALLAAHUMMA A'THIHII MIN AKWAABIL JANNAH
Artinya: "ya Allah, berilah ia tempat-tempat minum dari Surga"

Ketika ia berWudhu, maka air pun berdo'a :
ALLAAHUMMA THAH-HIRHU MINADZ-DZUNUUBI WAL KHATHAAYAA
Artinya: "ya Allah bersihkanlah ia dari segala Noda & Dosa"

Akhirnya ia tegakan Sholat dalam rumah, maka rumah nya pun ikut berdo'a :
ALLAAHUMMA WASSI' QABRAHUU WANAWWIR HUFRATAHUU WAZID RAHMATAHUU
Artinya: "ya Allah, lapangkanlah kuburnya, dan terangilah liangnya serta tingkatkan Rahmat, kasih sayangMu padanya"

Maka Doa ia pun dikabulkan, dan Allah memandang orang teresbut penuh kasih sayang,Firman nya : "Hai hambaku, kamu yang berdo'a & aku lah yang mengabulkan, kamu meminta & aku memberi, kamu ber istighfar & aku memberi Ampunan"
(Zubdatul wa'idhin)

Hafsh Al-kabur menceritakan, bahwa: Daud Ath-Tha'i berkata;
"pada awal bulan Ramadhan, dimalam hari aku tertidur dan mimpi melihat Surga, seolah-olah aku duduk dipinggir sungai penuh mutiara dan permata indah, tiba-tiba aku melihat bidadari-bidadari Surga, wajahnya bagai sinar matahari, cerah dan menyimpan seribu senyum, lalu tercetuslah dari dalam mulutku menyebut kalimah:
"LAAILAAHA ILLALLAAH, MUHAMMADURRASUULULLAAH"
kemudian merekapun menjawab dengan sebutan yang sama: "LAAILAAHA ILLALLAAH, MUHAMMADURRASUULULLAAH"
kami adalah milik mereka yang pandai memuji Allah, berpuasa dan beribadah di malam bulan Ramadhan"
kemudian beliau Rasulullah SAW bersabda :
"Surga sangat Rindu terhadap 4 macam manusia, yaitu: pembaca Alquran, pemelihara Lisan dari Ucapan keji & Munkar, dan pemberi makan orang yang Lapar, serta mereka yang Ahli puasa dibulan Ramadhan"
(Raunaqul Majalis)

Allah SWT berfirman:
"para bidadari cantik jelita menggiurkan, putih bersih, dipingit dalam khemah"
(QS.Ar-Rahman: 72)
para setiap bidadari terseubt berhias dengan 70 aneka perhiasan warna warni, dan bagi setiap wanita ranjang tidur terbuat dari permata merah indah sulaman mutiara, dan setiap ranjang dipasang 70 kasur tebal berikut perabot lainya, disamping 70 buah meja makan penuh aneka hidangan Lezat yang dipersiapkan buat mereka yang berpuasa dibulan Ramadhan, selain kebaikan Amal perbuatanya.

HIMBAUAN:
maka bagi seorang mukmin, seyogyanya menyambut kehadiran bulan Ramadhan dengan memuliakan nya dan menghormatinya serta memelihara diri dari perbuatan Munkar, dan menyibukkan diri dengan Amal ibadah, taat melaksanakan Sholat, Dzikir, tasbih, bacaan AlQuran dan lain nya.

Perhatikan Firman Allah SWT kpd Nabi Musa as berikut :
"sungguh, aku telah memberi dua Nur kepada umat Muhammad, supaya mereka tidak terancam dua kegelapan"
Lalu Nabi Musa as bertanya: "apa yang dimaksud dengan dua Nur tersebut ya Tuhan? jawabnya: "yaitu Nur Ramadhan dan Nur Al-Quran, kemudian Nabi Musa as bertanya lagi: "apa yang dimaksud dua kegelapan ya Tuhan? jawabnya: "itulah kegelapan dialam kubur dan kegelapan dihari Kiamat"
(Durratul Wa'idhin)

Rasulullah SAW bersabda:
"siapa memberi penerang di masjid Allah mana saja dalam bulan Ramadhan, maka Allah mengganti penerang baginya di alam kubur, dan Allah memberi pahala padanya sebesar pahala jamaah yang shalat dimasjid tersebut, ditambah dengan shalawat sekalian para malaikat kepadanya, dan para petugas(penanggung) 'Arasy memohonkan ampun baginya, sepanjang lampu penerang tersebut dimanfaatkan didalam masjid"
(Dakhiratul 'abidin)

Dari Anas bin Malik ra,Nabi SAW bersabda:
"dibulan Ramadhan, bagi orang yang mau mengikuti majlis ilmu unttk mendengarkan pengajian, maka Allah mencatat baginya setiap langkah menjadi ibadah penuh setahun, dan ia bakal menyertaiku dibawah naungan 'Arasy, siapa aktif berjamaah shalat selama Ramadhan, maka Allah memberinya setiap Rakaat menjadi suatu kota penuh kenikmatan, dan siapa berbakti kepada bapak ibunya selama Ramadhan, maka ia diberi pandangan penuh Rahmat Allah SWT, dan aku (Nabi Muhammad) memberi jaminan penuh di Surga padanya, kemudian tiada seorang wanita (istri) berbakti kepada suaminya selama Ramadhan, kecuali pahalanya seimbang dengan pahala yang diperoleh Dewi Maryam ibunda Nabi 'isa dan Dewi Asiah istri Raja Fir'aun, yang teguh beriman sekalipun dihadapkan pada hidup dan kehidupan penuh ujian, dan siapa membantu saudara sesama Muslim dalam rangka memenuhi Hajat hidupnya selama Ramadhan, maka Allah menggantinya dengan 1000 hajatnya di Hari Kiamat"
(Dakhiratul 'abidin)

Sahabat Muslim yang diRahmati Allah, semoga sedikit catatan saya bisa mendorong kita semua dalam menjalani Bulan yang penuh Rahmat ini, bulan yang penuh keagungan ini, bulan yang penuh kesucian ini, dengan hati yang bersih disertai keikhlasan Hati dengan mengharap Ridho beliau yang maha Pengasih lagi Maha penyayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu bulan Ramadhan.

"Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang kami tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepada kami, niscaya kami akan termasuk golongan orang-orang yang merugi..
Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini..
Ya Allah, perjalankanlah bulan ini kepada kami dengan penuh kebajikan, iman, ikhsan selamat dan Islam. Rabb-ku dan Robb-mu (hai bulan) adalah Allah."
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar..walhamdulillahi robbil Allamin..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



( Dyn Muhammad 'ilyas ) 






 
 
Support : Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Copyright © 2011. DinHikmah - Media Online Islam Pemersatu Ummat - All Rights Reserved
Template Modify by Din Hikmah