Din Hikmah. Diberdayakan oleh Blogger.

Headline Terkini

Tampilkan postingan dengan label Pesan Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan Hikmah. Tampilkan semua postingan

MENCARI YANG BERMANFAAT

Written By Din Hikmah on Selasa, 27 November 2012 | 03:30





-- MENCARI YANG BERMANFAAT --

Kita sebagai muslim yang baik harus bisa mencari dan menjalani perkara yang baik & bermanfaat untuk kita, jangan pernah mengambil apa yang tidak bermanfaat meskipun hanya untuk sekedar tau.

'An abii hurairota qoola: Qoola Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, Min husni islaamil mar-i tarkuhu maalaa ya'niy-hi
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, dia berkata:
"Rasulullah Shalallahu
'Alaihi Wasallam bersabda, 'Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya'."

(Hadits Hasan, Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi).

Maksud Hadits ini adalah, di antara kebaikan keislaman seseorang ialah ia meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat baginya. Dia hanya mencukupkan diri dengan berbagai perbuatan yang bermanfaat baginya.

Makna "ya'niy-hi" dalam Hadits ini, adalah perhatian (inayah) nya tertuju padanya, kemudian sesuatu tersebut menjadi maksud dan tujuannya.
Makna al-inayah, ialah perhatian yang lebih terhadap sesuatu. Seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, dan tidak ia inginkan bukan karena pertimbangan hawa nafsu dan keinginan hati, namun karena pertimbangan syari'at Islam.
Oleh karena itu, beliau menjadikan sikap seperti itu sebagai bukti kebaikan keislamannya.

Dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"… Berkemauan keraslah kepada apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah kepada Allah Ta'ala dan janganlah bersikap lemah."
(HR.Muslim no. 2664)

Semoga kita semua tetap dalam perbuatan yang Bermanfaat untuk kita sendiri maupun orang lain...


Haram Meminta Pertolongan Dukun




Haram Meminta Tolong Dukun

Jika manusia sudah menuruti akal nafsu nya, maka apapun caranya pasti dilakukan, dan itu sangat mencerminkan iman yang dangkal.
Kadang Manusia menghalalkan sebuah cara untuk sebuah ambisi nya, entah datang ke dukun atau kyai gadungan. Tidak dibenarkan Meskipun berniat baik, yang sebenarnya tau pada ujungnya menyakiti oranglain.
Jangan menuruti akal, turuti lah Hati Nurani kita, kita punya Allah dan takutlah kepada Allah SWT.

'Adiimul 'aqli laukaana ya'qil kaana afkar.
"Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir."


Meminta pertolongan kepada Dukun, jin, atau syetan untuk sebuah ambisinya itu sangat diHaramkan, entah itu Santet Tenun Pelet atau hal serupa lainnya. meskipun berdalih untuk kebaikan, tapi pada hakikatnya termasuk perbuatan Syirik yang nyata.

Allah SWT berfirman perihal jin:
Wa annahu kaana rijaalumminal-insi ya'uudzuuna birijaa limminaljinni fazaaduuhum rohaqoo.
'Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.'

(QS.Al-jin: 6)

Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa jika kita meminta perlindungan kepada jin, maka jin-jin itu menambah dosa dan kesalahan bagi kita.

Kita punya Allah yang maha dari segala Maha, Allah yang mempunyai segalanya..minta lah kepada Allah SWT untuk kebaikan bukan untuk kejahatan,.

Dari Khaulah binti Hakim dia berkata, "saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'barang siapa yang memasuki rumah dan berDoa:
A'uudzu bikalimaa tillaahittammati min syarrimaa kholaq
'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya.'
Niscaya dia tidak akan ditimpa mara bahaya hingga dia beranjak dari tempatnya itu."
(HR.Muslim 15/31-Syarh Nawawi)

Apapun bentuknya, meskipun berdalih untuk kebaikan, disini sudah tidak ada yang namanya 'niat baik' jika kita sudah meminta pertolongan Dukun untuk sebuah kejahatan, berarti kita sudah tidak percaya lagi dengan Allah SWT.
Semoga kita semua terhindar dari perbuatan Musyrik maupun Syirik yang nyata.








AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR


Sedikit Muhasabah tentang AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR.

Terkadang sebagian manusia takut untuk mengajak kebaikan dikarenakan dirinya masih merasa buruk, jangan merasa takut mengajak kebaikan meskipun kita sendiri belum sepenuhnya melakukan kebaikan.

Dari Anas bin Malik ra. Katanya: "kami bertanya: 'Ya Rasul, hrs kah kami AMAR MA'RUF, sedang kami belum dapat melakukan seluruhnya, dan harus kah kami NAHI MUNKAR, sedang kami belum dapat menjauhi seluruhnya?'
Jawab beliau Nabi SAW: "Bahkan lanjutkanlah menjalankan AMAR MA'RUF sekalipun kamu belum dapat melakukan seluruhnya, dan terus lah NAHI MUNKAR, sekali pun kamu belum dapat menjauhi seluruhnya."
(Raudlatul 'Abidin)

WAL TAKUN MINKUM UMMATUN YAD'UUNA JLAL KHORI WAYA'MURUUNA BIL MA'RUUFI WAYANHAUNA ANIL MUNKAR WA'ULAIKA HUMUL MUFLIHUUN.

"Harus ada dari kamu golongan (orang-orang) yang mengajak kepada kebaikan dan menganjurkan segala ma'ruf (yang baik) dan mencegah mungkar dan merekalah orang-orang yang beruntung (bahagia)."

Terkadang juga manusia enggan menerima kebaikan, dikarenakan yang menasehati masih berbuat keburukan.
Ambillah nasehat baik itu, bukan pada sifat yang membawanya.

Nabi SAW bersabda:
ARBA'U KHISHOOLIN MINASSYAQOO WATI JUMUUDUL'AINI, WAQOSWATUL QOLBI WATHUULUL AMALI WAHUBBUDDUN-YAA
"Diantara bukti yang menandai seseorang itu celaka ada 4 perkara, yaitu: 'mata kering tidak pernah menangis, hati keras, enggan menerima kebenaran, sering berkhayal tentang kesenangan dunia, dan terlalu cinta kehidupan dunia."

Semoga kita semua bisa mengambil kebaikan nya, bukan pada keburukan nya..Amiin..







Harta Riba Penyebab Azab Api Neraka

Written By Din Hikmah on Minggu, 05 Agustus 2012 | 14:30



Banyak sekarang ini sebagian dari manusia senang dengan yang namanya hutang maupun menghutangkan, dengan memberi bunga dan bunga tinggi, yang padahal itu dilarang Allah SWT karena itu termasuk dengan Riba.

Dalam syariat Islam, riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. Maka setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar, atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir, maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu Wa Ta'ala dan Rasul Nya Shalallaahu alaihi wasalam, dan telah menjadi ijma' kaum muslimin atas keharamannya.
Allah Subhannahu Wa Ta'ala berfirman: 

يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Artinya;
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa."
(QS. Al-Baqarah: 276)

Sungguh sangat besar sekali azab bagi orang-orang yang suka memakan Harta Riba, tapi kebanyakan orang selalu menganggap enteng tentang apa yang dilakukan nya, bahkan ada yang sebagian lagi sengaja memakan Riba yang padahal dia sendiri tau akan Hukum nya dalam Al-Qur'an, Naudzubillahi mindzalik.
Allah Subhannahu Wa Ta'ala berfirman: 

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya;
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah: 275)

Dalam menafsirkan ayat diatas, sahabat Ibnu 'Abbas Radhiallaahu anhu berkata: "Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik."
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/40)

Imam Qatadah juga berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba." 
(Lihat Al-Kaba’ir, Imam Adz-Dzahabi, hal.53).

Allah Subhanahu Wa Ta'alaa melarang kita memakan harta Riba, dan menyuruh kita memelihara diri kita dari api neraka yang sesungguhnya disediakan bagi orang-orang yang kafir.

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًۭا مُّضَٰعَفَةًۭ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya;
"Wahai orang-orang yang beriman! Jangan lah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar km beruntung."


وَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِىٓ أُعِدَّتْ لِلْكَٰفِرِينَ

Artinya;
"Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir."
(QS.Ali-'imraan: 130-131)

Ayat 130 turun karena masalah Riba:
Dalam tafsir Ibnu Katsir, Mujahid berkata, "Banyak orang yang berniaga dengan sistem riba, yaitu dengan memakai bunga. Jika tenggang waktu habis bunganya bertambah dan terus bertambah."
(HR.Al-Faryaby)

Dan Allah SWT menyuruh kita taat dengan perintahnya supaya diberi Rahmat, seperti dalam firman nya:

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya;
"Dan taatlah kpd Allah dan Rasul(muhammad), agar km diberi rahmat."

Sedikit yang saya sampaikan semoga bermanfaat, dan Semoga kita semua diselamatkan dari api neraka dengan tidak memakan harta Riba,
Dan semoga Allah SWT selalu memberi Rahmat kepada kita semua..Amiin...



( Dyn Muhammad 'ilyas )






Membina Akhlak Mulia Dan Kasih Sayang Terhadap Sesama Manusia

Written By Din Hikmah on Kamis, 31 Mei 2012 | 09:00



Islam diciptakan oleh Allah SWT sebagai suatu agama yang mulia, karena ajaran-ajaranya mengandung nilai-nilai budi yang luhur (akhlak mulia), sehingga Islam dikenal sebagai agama yang “rahmatan lil ‘alamin” yang penuh dengan cinta kasih sayang dan kelembutan. Firman Allah swt:

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu bisa berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (al-Imran {3}: 159)

Terciptanya kerukunan dan kedamaian dalam suatu masyarakat ditimbulkan karena buah hasil dari akhlak yang mulia. Sedangkan, ketiadaan kerukunan dan kedamaian yang dapat menimbulkan perpecahan masyarakat disebabkan adanya buah hasil dari akhlak atau budi pekerti yang buruk.

Kebaikan dari budi pekerti itulah yang menyebabkan timbulnya saling cinta-mencintai, saling menyayangi, saling merukuni, dan saling mencocoki satu sama lain. Sebaliknya, buruknya budi pekerti membuahkan saling benci-membenci, saling dengki-mendengki, dan saling musuh-memusuhi.

Dengan sebab budi pekerti yang baik Allah swt memberikan pujian-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw, sebagaimana firman-Nya:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ۬

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (al-Qalam {68}: 4)
Seiring dengan itu pula Rasulullah saw bersabda:
أكثرما يدخل الناس الجنة تقوى الله و حسن الخلق

“Sebagian besar yang menyebabkan manusia masuk surga ialah taqwa kepada Allah dan bagusnya budi pekerti.” (HR Tirmidzi dan Hakim, Mau’izhotul Mu’minin, karya Syeikh Jamaluddin ad-Dimasyqi, cetakan Darul Fikr Beirut, halaman 138).

Untuk membentuk kehidupan Islami dalam kehidupan pergaulan manusia, maka akhlak mulia sangat memegang peranan penting. Olehkarena itu, setiap muslim harus berusaha menggapainya supaya dapat menjadi orang yang berakhlak mulia dan tercipta kasih sayang di antara sesama manusia. Dalam kitab “Ihya ‘Ulumuddin” jilid 3 halaman 75 Imam Al-Ghozali menerangkan bahwa ada 28 ciri-ciri orang yang berakhlak mulia, yaitu:

1. كثير الحياء
Artinya: Merasa malu melakukan perbuatan buruk.

2. قليل الأذى
Artinya: Tidak menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain.

3. كثيرالصلاح
ِArtinya: Selalu bersikap baik kepada orang lain.

4. صدوق اللسلن
Artinya: Berkata jujur.

5. قليل الكلام
Artinya: Tidak banyak bicara.

6. كثير العمل
Artinya: Banyak berkarya.

7. قليل الزلل
Artinya: Sedikit melakukan kesalahan.

8. قليل الفضول
Artinya: Tidak banyak melakukan berlebih-lebihan, baik dalam perkatan maupun perbuatan.

9. بارا
Artinya: Berbuat kebajikan kepada sesama makhluk, khususnya manusia.

10. وصولا
Artinya: Menyambung tali silaturrahmi.

11. وقورا
Artinya: Respek atau menghormati orang lain, baik yang masih muda maupun yang sudah tua usianya.

12. شكورا
Artinya: Selalu bersyukur kepada Allah SWT.

13. صبورا
Artinya: Bersabar menghadapi segala cobaan hidup.

14. رضيا
Artinya: Ridho terhadap apa yang diberikan Allah SWT.

15. حليما
Artinya: Berusaha tidak lekas marah terhadap orang lain (murah hati).

16. رفيقا
Artinya: Welas asih kepada sesama makhluk, khususnya manusia.

17. عفيفا
Artinya: Memelihara diri dari perbuatan maksiat.

18. شفيقا
Artinya: Kasih sayang terhadap sesama makhluk.

19. لا لعانا
Artinya: Tidak sembarangan melaknat sesuatu atau orang lain kalau belum jelas permasalahan dan hukumnya.

20. لا سبابا
Artinya: Tidak suka mencela orang lain.

21. لا نماما
Artinya: Tidak suka mengadu domba kepada orang lain.

22. لا مغتابا
Artinya: Tidak melakukan ghibah (mengumpat-ngumpat) orang lain.

23. لا عجولا
Artinya: Tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu apapun.

24. لا بخيلا
Artinya: Tidak kikir terhadap harta yang dimiliki demi untuk menolong kesusahan orang lain.

25. لا حقودا
Artinya: Tidak berbuat dengki kepada orang lain.

26. لا حسودا
Artinya: Tidak berbuat hasud kepada orang lain.

27. بشاشا هشاشا يحب فى الله و يبغض فى الله
Artinya: Menampakkan wajah yang berseri-seri karena Allah dan benci karena Allah.

28. يرضى فى الله و يبغض فى الله
Artinya: Ridho dan benci karena Allah.

Untuk membentuk kepribadian muslim yang baik dan terpuji, akhlak mulia harus benar-benar digapai dan dijadikan pedoman dalam pergaulan hidup, karena dapat mendatangkan banyak manfa’at, di antaranya sebagai pendekatan diri kepada Allah. Selain itu, Allah pun memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya untuk berakhlak mulia. Jadi, setiap hamba yang berperilaku dengan akhlak mulia berarti telah melakukan sebagian perintahan Allah swt yang mulia. Akhlah swt berfirman:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

“Jadilah pema’af dan suruhlah orang-orang mengerjakan yang ma’ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (al-A’raf {7}: 199)

Abdullah bin Zubair r.a. menambahkan, “Makna ayat ini adalah Allah memerintahkan Rasul-Nya saw untuk membuka pintu ma’af sebesar-besarnya atas segala perilaku manusia.” (HR Bukhari, hadits shahih)

1. Berakhlak mulia berarti menta’ati Nabi saw.
Beliau bersabda:

و خالق الناس بخلق حسن

“Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi dan Ahmad; hadits hasan)

2. Akhlak mulia sebagai cara untuk menyandang gelar “Hamba Pilihan Allah Terbaik”.
Rasulullah saw bersabda:

ان من خياركم أحاسنكم أخلاقا

“Sesungguhnya orang-orang pilihan terbaik di antara kalian adalah orang-orang yang paling mulia akhlaknya.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Akhlak mulia sebagai cara untuk menghapus dosa.
Rasulullah saw bersabda:

وأتبع السيئة الحسنة تمحها

“Ikutilah perbuatan buruk dengan amal baik, niscaya amal baik itu akan menghapus perbuatan buruk tersebut.” (HR Tirmidzi dan Ahmad, hadits hasan)

4. Akhlak mulia sebagai cara untuk meraih ampunan Allah swt.
Hudzaifah bin Yaman r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

أتي الله بعبد من عباده أتاه الله مالا فقال له : ما ذا عملت فى الدنيا ؟ - قال ولا يكتمون الله
حديثا - قال : يا رب أتيتنى مالك فكنت ابايع الناس و كان من خلقي الجواز فكنت أتيسر على
الموسر و أنظر المعسر . فقال الله : أنا أحق بذا منك تجاوزوا عن عبدي

“Di akherat nanti, ketika seorang hamba Allah yang telah dikarunia harta ditanya, ‘Apa yang telah kamu perbuat di dunia? Rasul lalu menyebutkan firman Allah, ‘padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apapun dari Allah, ‘(an-Nisa’ {4}; 42) hamba tadi menjawab, ‘Wahai Tuhanku!, Engkau telah mengkaruniakan kepadaku sebagian harta-Mu yang telah kugunakan dalam perniagaan. Aku menjual barang-barang kepada manusia. Aku selalu memberi maaf dan bersikap toleran kepada mereka. Aku mempermudah jual beli kepada orang mampu dan aku menangguhkan pembayaran mereka yang kurang mampu.’ Allah berkata, ‘Sungguh, Aku lebih berhak memaafkan hamba-Ku daripadamu. Maafkanlah hambaku ini !’” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Akhlak mulia sebagai cara untuk meraih cinta Allah swt.
Rasulullah saw bersabda:

أحب عباد الله الي الله أحسنهم خلقا

“Hamba yang paling dicintai Allah swt adalah hamba yang memiliki akhlak yang mulia.”
Selain itu, Abdullah bin Amr r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda:

ان من أحبكم الي و أقربكم مني مجلسا يوم القيامة أحسنكم أخلاقا

“Sungguh, orang yang paling kucintai dan paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR Tirmidzi, hadits shahih)
6. Akhlak mulia sebagai cara untuk meraih kasih sayang Allah swt.
Rasulullah saw bersabda:

انما يرحم الله من عباده الرحماء

"Sesungguhnya Allah akan menyayangi hamba-hamba-Nya yang menyayangi (makhluk-Nya).” (HR Bukhari dan Mulim)

7. Orang yang berakhlak mulia dapat mudah berinteraksi dengan orang lain. Jabir bin Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

المؤمن يألف و يؤلف و لا خير فيمن لا يألف و لا يؤلف , و خير الناس أنفعهم للناس

“(Orang yang paling terbaik di antara kalian adalah) orang mukmin yang selalu bersikap ramah dan mudah menerima orang lain (bergaul). Orang yang tidak ramah dan sulit menerima orang lain tidak akan memiliki nilai baik sedikitpun juga.” (Faidhul Qadir, jilid 6 halaman 253, cetakan Darul Fikr Beirut; hadits shahih)

8. Akhlak mulia sebagai modal untuk memperluas jaringan persahabatan dan memperkecil peluang permusuhan.
Imam Al-Mawardi berkata:

فاذا حسنت أخلاق الانسان كثر مصافوه و قل معادوه , فتسهلت عليه الأمور الصعاب و لانت له القلوب الغضاب

“Maka bila karakter seseorang baik, maka ia akan memiliki banyak teman dan sedikit musuh, perkara yang sulit akan menjadi mudah baginya, serta hati yang keras pun akan menjadi lunak terhadapnya.” (Adabud Dunia wan Din, karya Imam Al-Mawardi, halaman 237, cetakan Darul Fikr, Beirut – Libanon).

9. Akhlak mulia sebagai cara untuk menguasai manusia.
Rasulullah bersabda:

انكم لن تسعوا الناس بأموالكم فسعوهم ببسط الوجه و حسن الخلق
“Sesungguhnya engkau tidak bisa menguasai manusia dengan harta bendamu, maka kuasailah mereka dengan kecerahan wajah dan akhlak yang mulia.” (Mukasyafatul Qulub, karya Imam Al-Ghazali, cetakan Al-Haramain Singapura, halaman 269)

10. Akhlak mulia dapat mengubah musuh menjadi teman.
Allah swt berfirman:

وَلَا تَسۡتَوِى ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُ‌ۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُ ۥ عَدَٲوَةٌ۬ كَأَنَّهُ ۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ۬ (٣٤) وَمَا يُلَقَّٮٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّٮٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ۬ (٣٥)

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan antara dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak akan dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat {41}: 34-35)

11. Akhlak mulia sebagai bukti nyata kesempurnaan iman.
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

اكمل المؤمنين ايمانا أحسنهم خلقا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang berakhlak paling mulia.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, karya Imam Zainuddin bin Abul Faraj Al-Baghdadi, halaman 159, cetakan Darul Fikr Beirut; hadits shahih)

12. Akhlak mulia dapat menjadi penghalang dari jilatan api neraka.
Nabi saw bersabda:

ألا أخبركم بمن يحرم على النار أو بمن يحرم عليه النار ؟ على كل قريب هين سهل
“Apakah kalian ingin kuberitahukan tentang siapa saja orang-orang yang diharamkan terjerumus ke dalam api neraka? (Yaitu) setiap muslim yang dekat, mudah, lagi ramah.”

13. Akhlak mulia sebagai amal yang paling berat ketika ditimbang pada hari Kiamat.
Abu Darda’ r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

ما من شيء أثقل فى ميزان العبد المؤمن يوم القيامة من حسن الخلق
“Tidak ada satu amal pun yang lebih berat daripada akhlak mulia dalam neraca seorang hamba mukmin pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi: hadits shahih)

14. Akhlak mulia sebagai cara untuk memperoleh jaminan Rasulullah saw berupa rumah di surga.
Abu Ummah al-Bahili meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

أنا زعيم ببيت فى ربض الجنة , و بيت فى وسط الجنة , و بيت فى أعلى الجنة , لمن ترك المراء و ان كان محقا , و ترك الكذب و ان كان مازحا , و حسن خلقه

“Aku adalah penjamin bagi seseorang untuk mendapatkan istana di tepi surga, istana di tengah surga, dan istana di bagian atas surga. Yaitu, jika seseorang tidak suka melakukan debat kusir, meskipun bahan-bahan ucapannya berdasarkan kebenaran; jika seseorang mendapatkan dusta, meskipun tengah bergurau; dan orang yang berakhlak mulia.” (HR Abu Dawud; hadits hasan)

Abdullah bin Amar juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

ان من أحبكم الي و أقربكم مني مجلسا يوم القيامة أحاسنكم أخلاقا

“Sesungguhnya, orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR Tirmidzi; hadits shahih)

Faedah-faedah tersebut di atas hanyalah merupakan sebagian dari keseluruhan faedah-faedah yang akan diterima seorang hamba Allah yang memilki akhlak mulia, sehingga dapat diharapkan akhlak mulia dapat mengarahkan dan menjadikan manusia agar dalam menjalani setiap kehidupannya tercipta kehidupan yang harmonis (balance), damai dan tentram, yang dilandasi dengan sifat penuh cinta dan kasih sayang sesuai dengan ajaran syari’at Islam yang sebenarnya. Jika memang keuntungan-keuntungan tersebut belum terwujud, ia tetap akan memperoleh hadiah terbesar, yaitu meraih cinta Allah swt, didekatkan dengan Rasul-Nya saw, dan dibuatkan rumah di surga yang tidak jauh dari rumah beliau sendiri. Ketiga hadiah terbesar ini sudah barang tentu melebihi dari cukup bagi seorang muslim yang memiliki akhlak yang mulia atau budi pekerti yang luhur.






Kerja Keras Mencari Rizki

Written By Din Hikmah on Kamis, 26 April 2012 | 23:30



Ketika anda mau berangkat kerja mencari Rizki, bekerjalah dengan semangat untuk mencari Rizki yang Halal, BerDo'a lah kepada Allah SWT dan jangan bersikap lemah..

Nabi SAW bersabda: "ihrish 'Ala Ma Yanfa'uka,Wasta'in Billahi, Wa La Ta'jizanna"
"Kerahkan seluruh kemampuanmu untuk meraih apa saja yang bermanfaat dan minta bantuanlah (berdo'a) kepada Allah dan jangan engkau bersikap lemah"
(H.R. Muslim)

Bekerja keras mencari rizki adalah perintah Allah dalam surah Al-Mulk (67) ayat 15 :
"Huwalladzi Ja'ala Lakumul-Ardha Dzalulan Fam-syu Fi Manakibiha Wa Kulu Min Rizqihi, Wa Ilaihin-Nusyur"
"Dia (Allah) Yang menjadikan bumi itu mudah buat kalian, maka berjalanlah diseluruh penjurunya,dan makanlah sebagian dari rizkinya, Dan kepadaNya lah tempat kembali". 

Setelah kita bekerja keras dan BerDo'a, maka kunci selanjutnya adalah BerTawakal, kita mau diberi Rizki banyak atau sedikit itu semua kehendak Allah, sikap berserah sepenuhnya kepada keputusan Allah, tapi hanya dibenarkan setelah kita melakukan usaha secara maksimal,

Sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Law Annakum Tawakkaluna 'Alallahi Haqqa Tawakkulihi Larazaqakum Kama Yarzuquth-Thaira Taghdu Khimashan Wa Taruhu Bithanan"
"Seandainya kalian benar-benar berserah diri (tawakal) kepada Allah setelah melakukan upaya-upaya maksimal, maka pasti Allah akan memberi rizki kepada kalian,seperti ia memberi rizki kepada burung yang berangkat diwaktu pagi dalam keadaan lapar, dan pulang diwaktu sore dalam keadaan kenyang"
(H.R.At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah).

Sahabat Muslim semua, mari kita semua Bekerja dengan semangat Lahir Batin, jadikan semua menjadi sebuah ibadah, BerDoa lah minta Rizki yang Halal, yang Barokah, yang dari sisiNya, dan serahkan semua Rizki kita kepadaNya, dan tidak lupa ucapkanlah Syukur sedalam-dalam Nya..

"Ista'idzu Billahi Minal-Faqri
Wal-'Ilati"
"Minta perlindunganlah kalian kepada Allah dari kefaqiran dan kemiskinan"




( Din Muhammad 'ilyas )




Mengingat Allah SWT diawal hari



Ketika kita bangun dan mengawali hari, apa yang pertama kita pikirkan??
Pasti kita memikirkan rencana-rencana duniawi. Ya, tidak dapat dipungkiri hal itu.
Padahal yang harus kita pikirkan pertama adalah mengingat-ingat Allah SWT (berzikir atas namanya).

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang bangun di pagi hari & hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak-hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir) maka Allah akan menanamkan 4 penyakit:
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya,
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya,
3. Kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi,
4. Khayalan yang tidak berujung.”
(HR. Imam Thabrani)

Tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Ta'ala.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram"
(QS.Ar-Ra'd:28).

"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan,mereka akan mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik."
(QS.Ar-Ra'd:28).

Bagi yang punya masalah, atau bagi yang ingin mencari Nafkah, ataupun yang lain nya. Mari kita awali hari dengan mengingat Allah dulu(zikir) sebelum memikirkan duniawi.

"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya..."
(QS. ath-Thalaaq:2-3).

"...Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam (semua) urusannya."
(QS. ath-Thalaaq:4).

Dengan mengingat Allah SWT(zikir) diawal hari ini, Semoga kita semua diberi kemudahan dalam segala hal dalam menjalani aktifitas hari ini, Amiin..




( Din Muhammad 'ilyas )





Mencium Tangan Ulama Yang Shaleh

Written By Din Hikmah on Minggu, 25 Maret 2012 | 05:33

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

Perlu kita semua mengerti bahwa mencium tangan orang yang shaleh, penguasa yang bertakwa dan orang yang mempunyai ilmu agama yang baik adalah perkara yang mustahabb (sunnah) yang disukai Allah, berdasarkan hadits-hadits Nabi dan dan atsar para sahabat.

Abu asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ka’ab bin Malik -semoga Allah meridhainya- dia berkata: "Ketika turun ayat tentang (diterimanya) taubatku, aku mendatangi Nabi lalu mencium kedua tangan dan lututnya" .

Imam al Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya al Adab al Mufrad bahwa Ali bin Abi Thalib -semoga Allah meridhainya- telah mencium tangan Abbas dan kedua kakinya, padahal Ali lebih tinggi derajatnya daripada 'Abbas namun karena 'Abbas adalah pamannya dan orang yang saleh maka dia mencium tangan dan kedua kakinya.

 Ibnu Sa'ad juga meriwayatkan dengan sanadnya dalam kitab Thabaqaat dari 'Abdurrahman bin Zaid al 'Iraqi, ia berkata: "Kami telah mendatangi Salamah bin al Akwa' di ar-Rabdzah lalu ia mengeluarkan tangannya yang besar seperti sepatu kaki unta lalu dia berkata : "Dengan tanganku ini aku telah membaiat Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam, lalu kami meraih tangannya dan menciumnya ".

Dan Mencium tangan para ulama adalah merupakan perbuatan yang dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka.
Dalam sebuah hadits dijelaskan:
عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد
Artinya :  Dari Zari' ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW. 
(H.R. Abu Dawud).

عَنِ ابْنِ جَدْعَانْ, قالَ لاَنَسْ : اَمَسَسْتَ النَّبِيَّ بِيَدِكَ قالَ :نَعَمْ, فقبَلهَا
Artinya :   dari Ibnu Jad'an ia berkata kepada Anas bin Malik, apakah engkau pernah memegang Nabi dengan tanganmu ini ?. Sahabat Anas berkata : ya, lalu Ibnu Jad'an mencium tangan Anas tersebut. 
(H.R. Bukhari dan Ahmad)

عَنْ جَابرْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ عُمَرَ قبَّل يَدَ النَّبِيْ.
Artinya :    dari Jabir r.a. sesungguhnya Umar  mencium  tangan Nabi.
(H.R. Ibnu al-Muqarri).

عَنْ اَبيْ مَالِكْ الاشجَعِيْ قالَ: قلْتَ لاِبْنِ اَبِيْ اَوْفى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : نَاوِلْنِي يَدَكَ التِي بَايَعْتَ بِهَا رَسُوْلَ الله صَلى الله عَليْه وَسَلمْ، فنَاوَلَنِيْهَا، فقبَلتُهَا.
Artinya :    Dari Abi Malik al-Asyja'i berkata : saya berkata kepada Ibnu Abi Aufa r.a. "ulurkan tanganmu yang pernah engkau membai'at Rasul dengannya, maka ia mengulurkannya dan aku kemudian menciumnya."
(H.R. Ibnu al-Muqarri).

عَنْ صُهَيْبٍ قالَ : رَأيْتُ عَلِيًّا يُقبّل يَدَ العَبَّاسْ وَرِجْلَيْهِ.
Artinya :    Dari Shuhaib ia berkata : "saya melihat sahabat Ali mencium tangan sahabat Abbas dan kakinya."
(H.R. Bukhari)

Dari dasar hadits-hadits di atas para ulama menetapkan hukum sunnah mencium tangan, ulama, guru, orang shaleh serta orang-orang yang kita hormati karena agamanya.
 
Berikut ini adalah pendapat ulama
1.    Ibnu Hajar al-Asqalani
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani telah menyitir pendapat Imam Nawawi sebagai berikut :

قالَ الاِمَامْ النَّوَاوِيْ : تقبِيْلُ يَدِ الرَّجُلِ ِلزُهْدِهِ وَصَلاَحِهِ وَعِلْمِهِ اَوْ شرَفِهِ اَوْ نَحْوِ ذالِكَ مِنَ اْلاُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ لاَ يُكْرَهُ بَل يُسْتَحَبُّ.
Artinya :    Imam Nawawi berkata : "mencium tangan seseorang karena zuhudnya, kebaikannya, ilmunya, atau karena kedudukannya dalam agama adalah perbuatan yang tidak dimakruhkan, bahkan hal yang demikian itu disunahkan."
Pendapat ini juga didukung oleh Imam al-Bajuri dalam kitab "Hasyiah",juz,2,halaman.116.
 
2.    Imam al-Zaila’i
Beliau berkata :
(يَجُوْزُتقبِيْلُ يَدِ اْلعَالِمِ اَوِ اْلمُتَوَرِّعِ عَلَى سَبِيْلِ التبَرُكِ…
Artinya :    (dibolehkan) mencium tangan seorang ulama dan orang yang wira'i karena mengharap barakahnya.
(Disarikan dari  buku Amaliah NU dan Dalil-Dalilnya, Penerbit LTM (Lembaga Ta'mir Masjid)PBNU.


Dalam kitab sunan yang tiga (Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasa-i) dari 'Aisyah ia berkata:

ما رأيت أحدا كان أشبه سمتا وهديا ودلا برسول الله من فاطمة، وكان إذا دخلت عليه قام إليها فأخذ بيدها فقبلها وأجلسها في مجلسه ، وكانت إذا دخل عليها قامت إليه فأخذت بيده فقبلته، وأجلسته في مجلسها 
Artinya: "Aku tidak pernah melihat seorangpun lebih mirip dengan Rasulullah dari Fathimah dalam sifatnya, cara hidup dan gerak-geriknya. Ketika Fathimah datang kepada Nabi, Nabi berdiri menyambutnya lalu mengambil tangannya kemudian menciumnya dan membawanya duduk di tempat duduk beliau, dan apabila Nabi datang kepada Fathimah, Fathimah berdiri menyambut beliau lalu mengambil tangan beliau kemudian menciumnya, setelah itu ia mempersilahkan beliau duduk di tempatnya".
Demikian penjelasan al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab at-Talkhish al Habir .

Dalam hadits yang terakhir disebutkan juga terdapat dalil kebolehan berdiri untuk menyambut orang yang masuk datang ke suatu tempat jika memang bertujuan untuk menghormati bukan untuk bersombong diri dan menampakkan keangkuhan.

Semoga bermanfaat.. JANGAN LUPA SEDEKAH

Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh




 ( Din Muhammad 'ilyas )





4 Perkara Sunnah Dilakukan Sebelum Tidur

Written By Din Hikmah on Rabu, 14 Maret 2012 | 12:17

 


4 PERKARA SUNNAH DILAKUKAN SEBELUM TIDUR

Rasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra :
"ya Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara" yaitu:
1. Sebelum kau khatam Al-qur'an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafa'at di hari akhir
3. Sebelum para muslim dan muslimat meridhoi kamu
4. Sebelum kau melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Bertanya Aisyah ra:
"Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan 4 perkara seketika dalam semalam?"

Rasulullah SAW tersenyum dan bersabda :
1. "jika engkau tidur bacalah Surah Al-ikhlas 3x seakan-akan kau menghatamkan Al-qur'an."
[ Bismillahir rohmaanir rohiim, Qulhualloohu ahad' Allahushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' ] (3x)

2. "membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat." [ Bismillaahir rohmaanir rohiim, Allahumma shollii 'alaa Muhammad wa'alaa alii Muhammad ] (3x)

3. "Beristighfarlah untuk para muslimin dan muslimat maka mereka akan meridhoi kamu."
[ Astagfirullahalazim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyum wa atuubu ilaih ] (3x)

4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh."
[ Subhanallahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallahu allahu akbar ] (3x)

Rasulullah SAW bersabda; ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat, dan meskipun kita sudah meninggal dunia.. Mari kita Berfastabiqul khairat..

(Tafsir Haqqi)





 ( Din Muhammad 'ilyas )
 
Support : Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Copyright © 2011. DinHikmah - Media Online Islam Pemersatu Ummat - All Rights Reserved
Template Modify by Din Hikmah